KOTAMOBAGU — Bibit kakao yang masih dalam tahap persemaian di CV Damai Bogani mendapat perawatan intensif dari petani bersama Babinsa Koramil 1303-01/Kotamobagu, Sertu Deni Sam. Penyiraman dilakukan setiap hari untuk menjaga kelembapan bibit di tengah cuaca panas yang menyengat.
Bibit yang berusia sekitar dua minggu itu disiapkan untuk disalurkan kepada kelompok tani kakao di Kelurahan Kobo Besar. Proses persemaian menjadi tahap krusial sebelum tanaman dipindahkan ke lahan warga.
Sertu Deni Sam menuturkan, bibit muda lebih rentan terhadap kekeringan dibanding tanaman yang sudah dewasa. Kondisi cuaca panas membuat air di media semai cepat menguap.
"Bibit yang masih dalam tahap awal membutuhkan perhatian dan perawatan yang baik. Apalagi kondisi cuaca saat ini cukup panas, sehingga penyiraman perlu dilakukan secara rutin setiap hari agar bibit tetap mendapatkan kelembapan yang cukup dan dapat tumbuh dengan baik," ujar Sertu Deni Sam.
Ia juga mengingatkan petani agar tidak mengabaikan perawatan sejak masa persemaian. Menurutnya, keberhasilan tanaman kakao tidak hanya ditentukan saat bibit sudah berada di lahan, tetapi dimulai sejak bibit tersebut mendapatkan perawatan pertama.
Pendampingan ini masuk dalam kegiatan pembinaan ketahanan wilayah (Bintahwil) yang dijalankan Koramil 1303-01/Kotamobagu. Babinsa turun langsung ke lokasi persemaian, bukan sekadar hadir di tengah aktivitas warga.
Bagi Sertu Deni Sam, pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Kobo Besar. Kepedulian terhadap sektor ini dinilai sejalan dengan upaya membangun ketahanan wilayah secara menyeluruh.
Kelompok tani kakao di Kelurahan Kobo Besar akan menerima bibit tersebut setelah masa persemaian selesai. Petani diharapkan melanjutkan perawatan dengan pola yang sama agar tingkat keberhasilan tanam tetap tinggi.