SULAWESI UTARA — Penghargaan ini menilai kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam mendorong wisata religi di Tanah Air. Cakupannya meliputi penguatan potensi wisata berbasis keagamaan dan budaya, serta pengembangan destinasi religi yang inklusif dan berkelanjutan.
Gugun Gumilar, Staf Khusus Menteri Agama RI, hadir mewakili Menag untuk menerima penghargaan tersebut.
Gugun Gumilar menyebut penghargaan ini sebagai apresiasi atas kerja bersama dalam memperkuat peran agama dan budaya bagi masyarakat yang harmonis.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi ikhtiar bersama Kementerian Agama RI dalam menghadirkan kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berdampak bagi masyarakat. Pengembangan wisata religi bukan hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama, budaya, dan kemanusiaan dapat menjadi kekuatan dalam membangun bangsa," ujar Gugun.
Menurut Gugun, wisata religi punya posisi strategis dalam memperkenalkan kekayaan spiritual dan budaya Indonesia. Destinasi semacam ini juga berfungsi sebagai ruang perjumpaan yang memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
"Hal ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang maju menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, kebudayaan, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang harmonis," lanjutnya.
Gugun menegaskan Kementerian Agama RI terus menerjemahkan visi tersebut melalui penguatan moderasi beragama. Caranya lewat peningkatan kualitas kehidupan keagamaan serta pengembangan potensi keagamaan dan budaya Indonesia.
Malam penghargaan 11th Bali Tourism Awards 2026 sendiri dihadiri berbagai unsur. Mulai dari kepala daerah, perwakilan negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, hingga pemangku kepentingan sektor ekonomi kreatif.
Bagi traveler yang tertarik mengeksplorasi wisata religi Indonesia, penghargaan ini menandai arah pengembangan destinasi berbasis keagamaan dan budaya yang lebih terstruktur. Informasi terkini soal destinasi wisata religi dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi Kementerian Agama RI.