MINAHASA — Momentum pertambahan usia provinsi ini dimanfaatkan Pemkab Minahasa untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menerjemahkan tema "Melaju" ke dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Upacara dihadiri jajaran pejabat teras Minahasa, mulai dari para Asisten, Staf Ahli, Inspektur, Sekretaris DPRD, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Satuan, Direktur RSUD, Camat se-Kabupaten Minahasa, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab setempat.
Dalam pidato tertulis Gubernur Sulut yang dibacakan Moniung, dipaparkan sejumlah indikator ekonomi makro hingga pertengahan tahun anggaran 2026. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada akhir semester I-2026 tercatat di angka 5,42 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 76,32. Tingkat kemiskinan triwulan II-2026 tertekan di level 6,32 persen, sementara angka inflasi daerah terjaga pada 2,53 persen.
Meski capaian itu mencerminkan tren pembangunan positif, Pemkab Minahasa mengingatkan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak berpuas diri. Evaluasi objektif diminta tetap dilakukan di sektor-sektor strategis yang masih memerlukan penguatan.
Sesuai instruksi Gubernur, setiap kebijakan fiskal dan program kerja yang dirumuskan ke depan wajib memberikan manfaat nyata yang menyentuh masyarakat, bukan sekadar mengejar pemenuhan target administratif.
Gubernur Yulius Selvanus lewat sambutannya juga menggarisbawahi bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi kuat dari konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas.
"Menjawab tantangan global yang semakin dinamis, nilai kearifan lokal gotong royong dan semangat Mapalus ditegaskan kembali sebagai modal sosial Utama," kata Moniung mengutip sambutan tertulis Gubernur Sulut.
Pemerintah provinsi Sulut mengajak seluruh elemen pemerintahan daerah dan lapisan masyarakat merefleksikan enam dekade perjalanan daerah. Capaian masa lalu diminta dijadikan fondasi kuat menatap masa depan.
Bagi internal Pemkab Minahasa, peringatan HUT ke-62 ini menjadi pemantik untuk menjaga konsistensi roda pemerintahan. Kualitas pelayanan publik disebut sebagai ukuran utama keberhasilan tema "Melaju" di tingkat kabupaten.