Xiaomi Smart Temperature Monitor 3 Pro: Kini Bisa Ukur CO2

Penulis: Alfin Murtado  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:16:31 WIB
Xiaomi meluncurkan Smart Temperature and Humidity Monitor 3 Pro dengan fitur pemantauan CO? di pasar China.

SULAWESI UTARA — Xiaomi menghadirkan fitur pemantauan karbon dioksida (CO?) pada Smart Temperature and Humidity Monitor 3 Pro yang baru rilis di China. Perangkat ini dibanderol 129 yuan atau sekitar Rp300 ribuan, menawarkan kemampuan deteksi kualitas udara yang biasanya hanya ada di alat monitor premium. Meski layarnya tidak dilengkapi backlit, kehadiran sensor CO? generasi terbaru membuatnya layak dipertimbangkan untuk pemantauan ventilasi ruangan.

Xiaomi memperluas jajaran perangkat rumah pintarnya dengan meluncurkan Smart Temperature and Humidity Monitor 3 Pro di pasar China. Berbeda dari generasi sebelumnya yang hanya fokus pada suhu dan kelembapan, perangkat ini menambahkan kemampuan pemantauan karbon dioksida (CO?) secara real-time. Langkah ini menjawab kebutuhan pengguna yang mulai peduli pada sirkulasi udara di dalam ruangan tertutup.

Kehadiran fitur CO? ini menjadi pembeda utama dibandingkan model Monitor 3 standar maupun versi Mini yang sudah lebih dulu masuk ke Indonesia. Dengan harga sekitar Rp300 ribuan, Xiaomi mencoba menghadirkan fungsi alat ukur kualitas udara profesional ke perangkat konsumen rumahan.

Desain Squircle Khas Xiaomi dengan Layar LCD 3,6 Inci

Dari sisi fisik, Xiaomi Smart Temperature and Humidity Monitor 3 Pro mempertahankan bahasa desain squircle dengan bodi plastik ABS berwarna putih. Layar LCD berukuran 3,6 inci menjadi pusat informasi yang menampilkan waktu, tanggal, suhu, kelembapan, dan tentunya kadar CO?. Sayangnya, layar ini tidak dilengkapi lampu backlit, sehingga pembacaan angka bisa menyulitkan saat ruangan minim cahaya.

Untuk penempatan, Xiaomi menyertakan dudukan bawaan agar perangkat bisa berdiri di atas meja. Ada juga magnet di bagian belakang yang memungkinkan monitor menempel pada permukaan logam seperti pintu kulkas atau rak besi. Fleksibilitas ini membuat perangkat bisa dipindah-pindah tanpa perlu instalasi khusus.

Sensor Sensirion Generasi Baru untuk Akurasi Real-Time

Xiaomi mengandalkan sensor generasi terbaru dari Sensirion untuk mengukur kadar CO?. Sensor ini dirancang melakukan pembacaan secara real-time, sehingga pengguna bisa langsung tahu kapan kadar karbon dioksida di ruangan mulai menumpuk. Informasi ini berguna untuk menentukan waktu yang tepat membuka jendela atau menyalakan ventilasi tambahan.

Kadar CO? yang tinggi di ruangan tertutup sering dikaitkan dengan rasa kantuk, pusing, dan penurunan konsentrasi. Dengan pemantauan berkelanjutan, pengguna bisa mengambil tindakan sebelum kualitas udara memburuk.

Integrasi Ekosistem Mi Home dan Bluetooth 5.0

Perangkat ini mendukung Bluetooth 5.0 dan dapat terhubung ke perangkat kompatibel melalui gateway Bluetooth Mesh. Lewat aplikasi Mi Home, pengguna bisa melihat riwayat pengukuran suhu, kelembapan, dan CO? dalam periode tertentu. Data historis ini membantu mengenali pola kualitas udara di ruangan sepanjang hari.

Lebih dari sekadar pemantauan, Xiaomi mengizinkan integrasi dengan perangkat rumah pintar lain seperti AC, pembersih udara, humidifier, dan tirai pintar. Ketika kadar CO? melewati ambang tertentu, pengguna bisa mengatur otomatisasi untuk menyalakan ventilasi atau membuka tirai secara otomatis. Ekosistem ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat Xiaomi lain di rumah.

Baterai CR2450 dan Ketersediaan di Indonesia

Daya perangkat disuplai oleh baterai koin CR2450 yang diklaim Xiaomi mampu bertahan hingga satu tahun. Angka ini masuk akal untuk perangkat monitoring berdaya rendah, meski pemakaian Bluetooth dan gateway aktif bisa sedikit memperpendek masa pakai.

Xiaomi Smart Temperature and Humidity Monitor 3 Pro sudah tersedia di China dengan harga 129 yuan atau sekitar Rp300 ribuan. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan global termasuk Indonesia. Sebagai gambaran, Smart Temperature and Humidity Monitor 3 dan versi Mini sebelumnya sudah rilis resmi di Indonesia, sehingga peluang Monitor 3 Pro masuk pasar lokal cukup terbuka.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

  • Layar tidak backlit, pembacaan sulit di ruangan gelap
  • Belum ada konfirmasi resmi untuk pasar Indonesia
  • Fitur otomatisasi butuh gateway Bluetooth Mesh terpisah
  • Baterai CR2450 tidak dijelaskan apakah bisa diisi ulang

Untuk pengguna yang sudah memiliki ekosistem Mi Home dan ingin memantau kualitas udara ruangan, perangkat ini menawarkan nilai yang sulit ditolak di harga Rp300 ribuan. Namun, jika hanya butuh pemantauan suhu dan kelembapan dasar, versi Monitor 3 standar yang sudah tersedia di Indonesia mungkin lebih hemat.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: gadget.jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top