Harga BBM Pertamina 13 Oktober 2026: Pertalite Tetap Rp10.000, Pertamax Rp15.950

Penulis: Vikri Alfandi  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:19:01 WIB
Harga BBM Pertamina di sejumlah SPBU tidak mengalami perubahan per 13 Oktober 2026.

SULAWESI UTARA — Harga bahan bakar minyak Pertamina di enam provinsi Pulau Jawa tidak mengalami perubahan per 13 Oktober 2026. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, sementara Pertamax dijual Rp15.950 per liter. Penetapan harga ini bertahan sejak penyesuaian terakhir pada 2 September 2026.

PT Pertamina (Persero) mempertahankan struktur harga jual bahan bakar minyak untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tidak ada kenaikan maupun penurunan untuk seluruh produk, baik subsidi maupun nonsubsidi, pada periode ini.

Kebijakan harga tersebut juga berlaku di sejumlah wilayah lain dengan nominal berbeda, mengikuti biaya distribusi dan kondisi pasar setempat. Berikut rincian harga per liter yang berlaku saat ini.

Harga BBM di DKI Jakarta, Banten, dan Lima Provinsi Jawa Lainnya

  • Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
  • Pertamax: Rp15.950 per liter
  • Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
  • Dexlite: Rp23.700 per liter
  • Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter

Harga di Sumatera Bagian Utara dan Tengah

Untuk Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertamax Turbo dipatok Rp20.000 per liter. Pertamax Rp16.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau menerapkan tarif lebih tinggi. Pertamax Turbo di sana Rp20.450 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamina Dex Rp26.300 per liter, dan Dexlite Rp24.750 per liter.

Harga Khusus Kawasan FTZ Sabang dan Batam

Kawasan perdagangan bebas mendapat perlakuan berbeda. Di FTZ Sabang, Pertamax dijual Rp14.950 per liter, Pertamax Pertashop Rp14.850 per liter, Dexlite Rp22.150 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

FTZ Batam menetapkan Pertamax Turbo Rp18.550 per liter, Pertamax Rp15.150 per liter, Pertamina Dex Rp23.950 per liter, dan Dexlite Rp22.500 per liter. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Harga di Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan

Bali, NTB, dan NTT memakai patokan serupa Jawa. Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter. Khusus NTT, tersedia Biosolar Non-Subsidi seharga Rp23.600 per liter.

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur menetapkan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Kalimantan Utara lebih tinggi, yakni Pertamax Turbo Rp20.450 per liter dan Pertamax Rp16.650 per liter.

Harga di Sulawesi, Maluku, dan Papua

Seluruh wilayah Sulawesi memberlakukan harga Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamina Dex Rp25.750 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Maluku dan Maluku Utara tidak menyediakan Pertamax Turbo. Pertamax di sana Rp16.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter.

Papua menetapkan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah menjual Pertamax Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter tanpa Pertamax Turbo.

Seluruh wilayah tersebut menetapkan harga Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter. Perbedaan antarwilayah muncul dari struktur biaya distribusi, pajak daerah, dan kebijakan khusus kawasan tertentu.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top