SULAWESI UTARA — Mantan quarterback Pittsburgh Steelers Kordell Stewart merilis dokumenter pendek HBO berjudul Kordell Stewart: Slash & Burn untuk meluruskan rumor yang ia yakini merusak kariernya. Lewat film garapan Skydance Sports dan NFL Films itu, Stewart berharap publik meninjau ulang rekornya dan mempertimbangkannya untuk Pro Football Hall of Fame. Sepanjang karier NFL, Stewart mencatat 14.746 yard passing dan 120 touchdown total.
Dokumenter berdurasi pendek itu disutradarai Brian Rivera dan diproduksi Skydance Sports bersama NFL Films. Stewart menyebut proyek tersebut sebagai upaya yang ia rintis sejak 2010, bukan sekadar nostalgia.
Kordell Stewart: Slash & Burn menyorot perjalanan Stewart sebagai quarterback yang dianggap pelopor gaya bermain mobile di NFL. Film ini juga membahas rumor yang menyeret namanya pada era 1990-an, yang menurut Stewart berbuntut panjang pada karier profesionalnya.
Julukan "Slash" melekat pada Stewart karena kemampuannya bermain di beberapa posisi. Selain quarterback, ia sempat dipercaya sebagai punter cadangan dan receiver, menjadikannya prototipe atlet serba bisa yang jarang ditemui pada masanya.
Stewart direkrut Pittsburgh Steelers pada 1995 sebagai pilihan ke-60. Musim 1997 menjadi titik terang ketika ia mencetak 32 touchdown gabungan passing dan rushing pada tahun pertamanya sebagai quarterback utama.
Puncak kariernya terjadi pada 2001. Stewart terpilih tampil di Pro Bowl dan menempati posisi keempat dalam pemungutan suara MVP liga. Setelah itu, posisinya sebagai starter mulai goyah hingga ia berpindah ke Chicago Bears dan mengakhiri karier sebagai cadangan Baltimore Ravens.
Stewart menegaskan dirinya tidak pernah ditangkap atas tuduhan yang beredar di Pittsburgh pada pertengahan 1990-an. Organisasi Steelers sempat menyelidiki rumor tersebut dan tidak menemukan bukti yang menguatkan.
Meski demikian, desas-desus itu tetap membebani kariernya di kota industri tersebut. Stewart menyebut tekanan publik membuatnya memilih bungkam saat masih aktif bermain, karena penolakan keras justru berisiko memperbesar polemik.
"That's the part that I hear so many people say: 'Why would you want to talk about that?' Not everybody knew about it, but it impacted my career," kata Stewart kepada The Hollywood Reporter.
Ia menyebut dokumenter ini sebagai pengalaman katarsis. Menurut Stewart, film ini juga menjadi wadah bagi para penggemar yang pernah memakai jersey-nya dan harus menjawab pertanyaan orang lain soal rumor tersebut.
Stewart terbuka soal ambisinya memperoleh jaket emas khas induksi Pro Football Hall of Fame di Canton, Ohio. Ia mengaku ingin publik menilai ulang rekornya dengan mempertimbangkan beban yang ia hadapi semasa bermain.
Ia meminjam istilah "upper room" dari Deion Sanders, atlet multi-posisi yang telah masuk Hall of Fame. Sanders mengusulkan ruang khusus bagi atlet terbaik dari yang terbaik, dan Stewart merasa kariernya layak dipertimbangkan dalam kerangka itu.
Pelatih legendaris Steelers Bill Cowher menilai Stewart bisa menjadi receiver kelas Hall of Fame jika lebih awal beralih posisi. Stewart menyetujui pandangan tersebut, meski pada akhirnya ia bertahan di posisi quarterback.
Dokumenter ini menjadi babak baru bagi Stewart untuk mengendalikan narasi kariernya sendiri. Di industri olahraga Amerika, film dokumenter memang kerap menjadi jalan bagi mantan atlet untuk memperbaiki warisan dan pengakuan sejarah mereka.