MINAHASA UTARA — Workshop tersebut menghadirkan dua sesi kelas yang dipandu dokter spesialis bedah berpengalaman. Sesi pertama membahas aplikasi teknologi laser di bidang bedah vaskular, sementara sesi kedua mengarah ke bidang bedah umum dan digestif. Peserta yang hadir adalah dokter spesialis yang ingin mendalami prosedur minimal invasif berbasis laser.
Fokus utama kegiatan ini adalah ENDOTEQ, merek teknologi laser medis asal Jerman yang dikembangkan ENDOTEQ Medizinische Laser Deutschland GmbH di Düsseldorf. Perangkat ini menggunakan laser dioda dengan panjang gelombang 1.470 nanometer.
Panjang gelombang tersebut berkaitan dengan penyerapan energi oleh air dalam jaringan. Dengan begitu, energi panas dapat diaplikasikan secara terarah sesuai teknik dan tujuan prosedur. Sistem laser dan serat aplikator yang dipakai disesuaikan dengan kebutuhan tindakan serta aplikasi klinisnya.
ENDOTEQ diperkenalkan bukan sekadar sebagai perangkat medis, melainkan dalam konteks pengembangan pengetahuan klinis. Peserta diharapkan memahami karakteristik prosedur, ketepatan indikasi, kompetensi operator, serta pertimbangan keselamatan pasien.
Sesi pertama dibawakan dr. Billy Stephanus Karundeng, Sp.B, Subsp.BVE(K), yang juga menjabat Ketua PABI Sulawesi Utara. Materi yang disampaikan berjudul "EVLA Session Class: Vascular Surgeon Only".
EVLA atau Endovenous Laser Ablation merupakan prosedur minimal invasif yang menggunakan energi laser untuk menutup vena target melalui akses intravena. Prosedur ini digunakan pada kondisi vena tertentu, termasuk varises, berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikasi klinis pasien. Masyarakat umum mengenalnya sebagai "laser varises".
Pembahasan sesi ini diarahkan pada prinsip kerja EVLA, pertimbangan teknis prosedur, pemilihan pasien, dan pentingnya penguasaan teknik oleh operator. Pemahaman itu diperlukan agar penggunaan teknologi sesuai dengan karakteristik kondisi vaskular dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.
"Perkembangan teknologi laser memberikan pilihan pendekatan dalam penanganan berbagai kondisi vaskular. Namun, penerapannya tetap harus didasarkan pada indikasi yang tepat, pemahaman terhadap teknik prosedur, dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien," ujar dr. Billy dalam sesi workshop.
Sesi kedua menghadirkan dr. Tony Sukentro, Sp.B, dengan materi "LHP and FiLaC Session Class: General & Digestive Surgeon". Sesi ini membahas dua aplikasi laser yang relevan dengan bidang bedah umum dan digestif.
LHP atau Laser Hemorrhoidoplasty merupakan prosedur berbasis laser untuk menangani hemoroid atau wasir pada pasien dengan indikasi yang sesuai. Pendekatan ini memanfaatkan energi laser pada jaringan target dan dapat menjadi salah satu pilihan terapi setelah dokter mengevaluasi kondisi serta tingkat keparahan penyakit.
FiLaC atau Fistula Laser Closure menjadi bahasan berikutnya di sesi yang sama. Kedua prosedur ini memperkuat posisi laser sebagai salah satu pendekatan dalam bedah minimal invasif, dengan catatan evaluasi klinis tetap menjadi dasar utama sebelum tindakan dilakukan.
Keterlibatan PABI Sulawesi Utara menempatkan edukasi dan pertukaran pengetahuan profesional sebagai bagian penting dari kegiatan ini. Forum semacam ini menjadi ruang bagi dokter untuk mendiskusikan perkembangan teknologi secara profesional, bukan sekadar mengenal perangkat baru.
RS Sentra Medika Minahasa Utara mendukung pelaksanaan workshop sebagai tuan rumah. Dukungan itu memberi peserta akses langsung ke sesi edukasi yang dipandu praktisi medis berpengalaman dalam prosedur bedah minimal invasif.
Para peserta diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai aplikasi teknologi laser dan faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum penerapannya dalam pelayanan kesehatan. Pemahaman itu mencakup karakteristik prosedur, ketepatan indikasi, hingga keselamatan pasien sebagai pertimbangan utama.