Pencarian

Calon Rektor Unsrat Grace Kandouw Targetkan 100 Prodi Berakreditasi Unggul, Setengah Senat Dukung

Jumat, 06 November 2026 • 10:16:31 WIB
Calon Rektor Unsrat Grace Kandouw Targetkan 100 Prodi Berakreditasi Unggul, Setengah Senat Dukung
Prof. Grace Debbie Kandouw menyampaikan fokus pencalonannya sebagai Rektor Unsrat periode 2026–2030 pada peningkatan akreditasi program studi.

MANADO — Prof. Grace Debbie Kandouw menilai Unsrat sebagai kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia Timur harus tampil lebih baik. Karena itu, ia menjadikan akreditasi program studi sebagai fokus utama pencalonannya sebagai Rektor Unsrat periode 2026–2030.

Menurut data yang dipegangnya, capaian akreditasi Unggul di Unsrat belum mencapai 50 persen. "Karena itu kita fokus dan berupaya 100 lebih Prodi harus berakreditasi unggul," kata Grace di Auditorium Unsrat, Kamis (5/11/2026).

Grace menyebut angka itu masih jauh dari kondisi ideal. "Belum capai 50 persen kalau tidak keliru data yang ada," ujarnya.

Bukan Hanya Akreditasi, Sarana hingga Kesejahteraan Dosen Jadi PR

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat itu menegaskan pembenahan sarana dan prasarana masuk prioritas. Kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi perhatian.

Grace berkomitmen menerapkan tata kelola kampus yang transparan dan terbuka bagi semua pihak, termasuk pers. "Kita akan transparan dan akuntabel serta berkomitmen untuk berkolaborasi dengan semua pihak," katanya.

Kualitas dosen akan didorong untuk melanjutkan studi ke jenjang master dan doktor. Unsrat juga akan menjalin kerja sama dengan kampus dalam dan luar negeri, pemerintah daerah Sulut, kabupaten/kota, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Kita ingin lulusan Unsrat lebih berkualitas ke depan," ujar Grace.

Sembilan Poin Pakta Integritas Ditandatangani di Depan Panitia Pilrek

Dalam pendaftaran itu, Grace bersama calon lain membacakan dan menandatangani sembilan poin Pakta Integritas. Penandatanganan berlangsung di hadapan panitia Pilrek, disaksikan pendukung, mahasiswa, dosen, pers, dan LSM.

Dukungan anggota Senat kepada Grace diklaim telah mencapai setengah dari total 72 anggota. Klaim itu disampaikan Prof. Stevanus Sampe, Guru Besar FISIP Unsrat yang tergabung dalam tim pendukung.

"Kami sudah mendata jumlah dukungan dan dipastikan akan lolos tiga besar dalam pemilihan pada 25 November 2026 untuk mencari tiga nama yang dikirim ke Kemendikdasmen," kata Prof. Sampe.

Pemilihan 18 Desember 2026 dan Optimisme Tim Pendukung

Prof. Sampe optimistis pada pemilihan 18 Desember 2026, dengan 35 persen suara dari Kemendikdasmen, Grace meraih suara terbanyak. "Kami optimis itu terwujud," ujarnya.

Ia menilai program Grace didukung pengalaman sebagai mantan Dekan FKM. "Kita akan melihat Unsrat maju ke depan menuju Indonesia Emas 2045," kata Prof. Sampe, yang meraih Ph.D. Government di University of Canberra dan Master Kebijakan Publik dari Australian National University.

Harapan Guru Besar: Prodi yang Belum Unggul Jadi Pekerjaan Rumah Rektor Baru

Sejumlah guru besar Unsrat berharap Rektor terpilih nanti, siapa pun, mampu memajukan kampus. "Unsrat harus lebih baik dari sekarang ini," kata Prof. Markus Lasut, Prof. Rino Rogi, dan Prof. Zetly Tamod kepada wartawan di sela pendaftaran.

Prof. Markus Lasut, yang juga Direktur Pascasarjana Unsrat, menyebut dari 100 lebih program studi di Unsrat belum semuanya berakreditasi Unggul. "Ini pekerjaan rumah calon Rektor baru ke depan agar Prodi yang belum terakreditasi direalisasikan untuk berakreditasi Unggul," kata Prof. Lasut.

Prof. Rino Rogi menambahkan, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. "Jadi Unsrat harus maju, lebih baik, dan unggul ke depan," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unsrat itu.

Prof. Zetly Tamod menilai persaingan perguruan tinggi sangat ketat saat ini dan ke depan. Unsrat harus dibenahi, kesejahteraan dosen ditingkatkan agar kinerja lebih baik, serta tata kelola transparan dan akuntabel. "Berakreditasi unggul semua Prodi itu harus diupayakan Rektor terpilih nanti," kata Prof. Zetly yang juga menjabat di Komisi Etik Unsrat.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulutnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks