MANADO — Kepala BPS Sulawesi Utara Dr. Watekhi, S.Si., MSE, mengumumkan capaian inflasi provinsi itu secara daring melalui akun YouTube BPS Sulut. Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulawesi Utara tercatat 117,24 pada periode pengamatan Oktober 2026.
Selain inflasi tahunan 8,07 persen, BPS mencatat inflasi bulanan 0,57 persen dan inflasi tahun kalender 7,96 persen. Rilis data dirilis Senin, 2 November 2026.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 17,79 persen dengan kontribusi 5,84 persen terhadap inflasi umum. Angka itu menjadikannya kelompok pengeluaran paling berpengaruh di Sulawesi Utara.
Kelompok transportasi menyusul dengan inflasi 7,28 persen dan andil 0,89 persen. Pendidikan naik 5,37 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,34 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 4,07 persen.
Kenaikan lebih kecil terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 2,33 persen; penyediaan makanan dan minuman atau restoran 1,76 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,60 persen; perlengkapan rumah tangga 1,44 persen; serta kesehatan 1,30 persen. Pakaian dan alas kaki menjadi kelompok dengan kenaikan terendah, 0,39 persen.
Dari sisi komoditas, BPS mencatat sepuluh barang dan jasa pemberi andil dominan. Daftarnya mencakup cabai rawit, angkutan udara, tomat, kangkung, cabai merah, emas perhiasan, ikan malalugis atau ikan sorihi, telepon seluler, ikan cakalang atau ikan sisik, dan beras.
Komposisi itu menunjukkan tekanan harga datang dari bahan pangan segar, transportasi, hingga barang konsumsi. Ikan malalugis dan cakalang yang menjadi komoditas khas Sulawesi Utara masuk dalam daftar pemberi andil.
Empat kabupaten/kota cakupan penghitungan IHK memperlihatkan perbedaan angka yang jelas. Minahasa Utara menempati posisi pertama dengan inflasi tahunan 10,16 persen dan IHK 122,38.
Minahasa Selatan menyusul dengan inflasi 8,62 persen dan IHK 118,56. Kota Manado mencatat inflasi 7,42 persen dengan IHK 115,14, sementara Kota Kotamobagu menjadi wilayah dengan inflasi paling rendah, 7,05 persen dan IHK 118,97.
Seluruh wilayah cakupan IHK di Sulawesi Utara mengalami inflasi tahunan pada Oktober 2026, dengan besaran kenaikan yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Perkembangan harga kebutuhan masyarakat masih menjadi bagian penting dalam membaca kondisi perekonomian daerah.