MANADO — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dr. Kartika Dewi Tanos, MARS, memaparkan capaian kinerja dan program strategis sektor pariwisata di hadapan pimpinan serta anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Senin (3/11/2026). Dalam rapat itu, ia menegaskan komitmen dinas menanggapi seluruh masukan dewan, terutama program yang langsung menyentuh masyarakat, kebersihan destinasi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Target PAD sektor pariwisata untuk 2027 dipertahankan sama dengan tahun 2026, yakni Rp1.186.305.000. Kartika menilai capaian tahun berjalan sangat positif karena realisasi per 1 November 2026 sudah mencapai 104,23 persen dari target yang ditetapkan.
Menjawab pertanyaan soal program yang berdampak langsung ke warga, Kartika merinci sejumlah kegiatan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf). Sosialisasi perluasan pasar melibatkan sekitar 25 pelaku usaha ekraf, disertai pengembangan sistem pemasaran bagi UMKM yang akan naik kelas ke ranah ekraf.
Dinas juga memfasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual berupa merek agar hak hukum pelaku usaha terlindungi. "Kami juga menggelar pengembangan kompetensi SDM Ekraf melalui audiensi dan pendampingan bagi pelaku usaha di 15 kabupaten/kota. Kegiatan ini tersebar di bidang industri, kelembagaan, maupun destinasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," jelasnya.
Saat ini terdapat 201 desa wisata yang tersebar di 15 kabupaten/kota Sulawesi Utara. Tidak ada desa wisata yang merupakan binaan langsung Pemerintah Provinsi, sehingga Dinas Pariwisata aktif berkoordinasi dengan dinas pariwisata di masing-masing daerah.
Dari seluruh destinasi wisata, hanya lima objek yang berada di bawah pengelolaan langsung Pemprov Sulut: tiga di Kabupaten Minahasa, satu di Kota Manado, dan satu di Kabupaten Minahasa Utara. Untuk objek wisata terbengkalai, dinas akan memfasilitasi penanganan bila berada di domain provinsi, dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota jika masuk wilayah kewenangan daerah.
Kartika memberi penjelasan transparan soal besarnya alokasi anggaran bidang pemasaran. Anggaran itu mencakup muatan promosi berskala lokal, nasional, hingga internasional.
Dana tersebut juga dialokasikan untuk penyelenggaraan Festival Bunaken, pemilihan Nyong Noni Sulawesi Utara, serta dukungan terhadap dua event yang masuk Kalender Event Nasional (KEN) 2027, yaitu Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan Festival Selat Lembeh di Kota Bitung.
Soal kebersihan fasilitas umum seperti toilet di tempat wisata, dinas mengaku selalu berkoordinasi intensif dengan pelaku usaha, baik di destinasi milik pemerintah maupun swasta, agar standar pelayanan terus meningkat. "Terkait kebersihan fasilitas umum seperti toilet di tempat wisata, kami juga selalu berkoordinasi intensif dengan para pelaku usaha, baik di destinasi milik pemerintah maupun swasta, agar standar pelayanan terus meningkat," tambahnya menanggapi masukan terkait fasilitas wisata.
Komisi IV DPRD Sulut menyatakan akan terus mengawal agar seluruh program yang direncanakan terealisasi optimal dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara.