MANADO — Lonjakan ini menjadi sinyal pemulihan sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Data resmi BPS Sulut yang dirilis Senin (4/5/2026) menunjukkan angka tersebut naik 25,31 persen dibanding Februari 2026 yang mencatat 9.191 kunjungan.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, menyebut tren positif ini didorong oleh peningkatan konektivitas penerbangan internasional dan promosi destinasi yang masif. “Ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Sulut terus pulih dan berkembang,” ujarnya dalam rilis resmi.
Wisatawan Korea Selatan dan Tiongkok Mendominasi
Dari total kunjungan, wisatawan asal Korea Selatan menjadi yang terbanyak dengan 4.174 kunjungan atau 36,24 persen. Posisi kedua ditempati wisatawan asal Tiongkok dengan 4.073 kunjungan atau 35,37 persen dari total wisman.
Wisatawan dari Australia, Inggris, dan Amerika Serikat juga tercatat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor ini. Sebagian besar dari mereka masuk melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi dan Pelabuhan Samudera Bitung.
Hotel Berbintang dan Wisatawan Lokal Ikut Terangkat
Dampak positif tidak hanya dirasakan oleh sektor penerbangan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Maret 2026 mencapai 43,28 persen, naik 9,82 poin dibanding Maret 2025.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulut juga meningkat 35,66 persen secara year-on-year, dengan total 1.295.077 perjalanan. Manado masih menjadi destinasi utama dengan 334.587 perjalanan sepanjang Maret 2026.
Daerah Lain di Sulut Juga Alami Lonjakan
Pertumbuhan kunjungan wisatawan lokal juga terjadi di sejumlah daerah lain. Kotamobagu, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, hingga Kepulauan Sangihe mencatat peningkatan signifikan.
Dengan capaian ini, Sulawesi Utara semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata internasional di kawasan timur Indonesia. Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Selvanus dan Wakil Gubernur Viktor terus mendorong promosi dan perbaikan infrastruktur penunjang.