BOLAANG MONGONDOW UTARA — Rombongan pejabat daerah dan unsur Forkopimda Boltara melaksanakan doa bersama serta tabur bunga di pusara para pejuang yang memperjuangkan lahirnya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebagai daerah otonom. Ziarah ini menjadi agenda tetap setiap menjelang hari jadi daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Bolaang Mongondow tersebut.
Menjaga Api Sejarah agar Tak Padam di Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Boltara menegaskan bahwa kegiatan ziarah makam ini memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar ritual tahunan. Melalui prosesi ini, nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengorbanan para pendahulu diharapkan terus menjadi fondasi dalam melanjutkan estafet pembangunan di Boltara.
“Ziarah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sejarah lokal agar generasi muda tidak melupakan perjuangan para tokoh yang telah berkontribusi besar terhadap terbentuknya Kabupaten Boltara,” demikian pernyataan resmi yang diterima redaksi.
19 Tahun Perjalanan Daerah Otonom Baru di Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara resmi berdiri sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Dalam usia yang hampir dua dekade, berbagai capaian pembangunan telah diraih, namun semangat awal perjuangan para tokoh pemekaran tetap dijadikan pedoman dalam setiap pengambilan kebijakan.
Pemerintah daerah berharap melalui refleksi tahunan ini, seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara dapat terus menjaga komitmen membangun daerah. Ziarah ke makam pejuang pemekaran menjadi simbol bahwa sejarah perjuangan tidak boleh lekang oleh waktu.
Doa dan Tabur Bunga di Pusara Pejuang
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat di kompleks pemakaman para pejuang pemekaran. Seluruh peserta yang hadir larut dalam suasana khidmat, mendoakan arwah para pendahulu yang telah berjasa besar bagi terbentuknya wilayah administrasi baru di ujung utara Sulawesi ini.
Setelah doa, rombongan melakukan tabur bunga di setiap pusara sebagai simbol penghormatan dan penghargaan terhadap jasa para pejuang. Prosesi ini diikuti oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.