BITUNG — Teluk Kambahu yang terletak di antara Kelurahan Kasuwari dan Makawidey, Kota Bitung, Sulawesi Utara, merupakan permata tersembunyi yang layak disebut surga wisata bawah laut dunia. Ekosistem lautnya sangat kaya dengan air yang tenang dan biota laut menakjubkan, sehingga penyelam dari berbagai penjuru dunia menjadikannya destinasi impian.
Lima Lokasi Penyelaman dengan Biota Langka
Dive Instruktur Yandi Fadjri mengatakan, Teluk Kambahu memiliki keistimewaan dengan lima lokasi penyelaman atau dive site. Setiap dive site menjadi tempat tinggal biota laut kecil yang jarang ditemukan di tempat lain.
“Keberadaan hewan-hewan ini semakin langka dan sudah seharusnya dijaga sebagai biota ikon pariwisata kota Bitung,” katanya.
Beberapa biota langka yang bisa ditemukan antara lain Hairy Frogfish, Bluering Octopus, dan Hairy Octopus. Fadjri tidak menampik Teluk Kambahu sering disebut sebagai Surga Muck Diving Dunia bagi para pencinta olahraga selam.
Karakteristik Dasar Laut Berpasir Halus
Fadjri menjelaskan, karakteristik bawah laut Teluk Kambahu meliputi habitat critters unik. Dasar laut di teluk itu berupa lereng berpasir, sehingga menjadi rumah bagi gurita penyamar.
“Teluk Kambahu merupakan salah satu titik muck diving terbaik di dunia yang dikelola di area Selat Lembeh,” jelasnya.
Kedalaman di teluk tersebut rata-rata hingga 25 meter dengan jarak pandang dua hingga 10 meter. “Karena karakteristik yang berpasir halus, tempat ini dikhususkan untuk menyelam (scuba diving) dan kurang ideal untuk snorkeling,” tukasnya.
Akses dan Rencana Pembangunan Pertahanan Negara
Situs ini biasanya dapat diakses dengan mudah menggunakan kapal sewaan atau melalui resor selam lokal seperti Lembeh Resort maupun operator wisata di Bitung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Rudy Theno, sebelumnya membeberkan bahwa pesisir Pantai Kambahu bakal dibangun sebagai area pertahanan negara. Ia menyatakan pembangunan itu merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Sebagai pemerintah daerah, kami hanya mendukung kebijakan tersebut,” tukasnya.