MANADO — Kejutan itu diungkap langsung Ketua DPD Gerindra Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, di hadapan ribuan kader yang sudah memenuhi ballroom hotel sejak pagi. Ia mengaku sempat mendapat informasi bahwa Dasco tidak bisa hadir karena tugas negara.
"Saya ini Kopassus, tapi justru didadak oleh Pak Dasco. Tadi malam diinformasikan beliau tidak hadir karena tugas negara, tapi pagi ini tiba-tiba muncul di tempat ini. Ini luar biasa," ujar Yulius Selvanus, disambut tepuk tangan riuh peserta.
Pesan Loyalitas dan Kerja Nyata untuk Kader
Dalam sambutannya, Yulius menekankan bahwa perjuangan politik Gerindra tidak boleh berhenti pada retorika kekuasaan semata. Ia mendorong seluruh kader untuk hadir secara konkret di tengah masyarakat.
"Loyalitas, disiplin, dan kerja nyata adalah harga mati. Kita tidak hanya bicara soal kursi, tapi keberanian hadir untuk rakyat dan memperjuangkan kebutuhan mereka," tegasnya.
Konsolidasi Menjelang Agenda Politik ke Depan
Rakerda ini menjadi ajang konsolidasi internal untuk memastikan seluruh kader bergerak dalam satu komando. Gerindra Sulut ingin memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan politik di tengah dinamika politik nasional dan daerah yang terus berkembang.
Kehadiran Sufmi Dasco Ahmad disebut menjadi suntikan moral besar. Sepanjang kegiatan, pesan persatuan dan kerja kolektif terus digaungkan untuk memperkuat posisi partai di Bumi Nyiur Melambai.
Momentum Politik di Sulawesi Utara
Atmosfer penuh semangat langsung terasa sejak awal kegiatan. Ribuan kader dari berbagai daerah seperti Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Bagi kader Gerindra, kehadiran petinggi pusat partai itu bukan sekadar kunjungan formal. Ini menjadi simbol kuat dukungan DPP terhadap perjuangan politik Gerindra Sulut menjelang berbagai agenda politik ke depan.