SULAWESI UTARA — PT Pertamina Patria Niaga resmi memberlakukan harga baru untuk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juni 2026. Penyesuaian ini mencakup seluruh lini produk dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, hingga Dexlite dan Pertamina Dex. Harga per 5 Juni 2026 masih mengacu pada ketetapan yang sama, tanpa perubahan tambahan di tengah pekan.
Pertamax Turbo Paling Mahal di Riau, Termurah di Batam
Produk oktan tinggi Pertamax Turbo (RON 98) menunjukkan disparitas harga paling lebar. Di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, harganya menyentuh Rp21.650 per liter. Sebaliknya, di FTZ Batam, Pertamax Turbo hanya dibanderol Rp19.700 per liter — selisih Rp1.950.
Untuk Pertamax (RON 92), harga tertinggi juga terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, yakni Rp12.900 per liter. Wilayah dengan harga terendah ada di FTZ Sabang dan FTZ Batam, masing-masing Rp11.550 dan Rp11.750 per liter.
Harga BBM di Jawa: Pertamax Green 95 Mulai Rp12.900
Di Pulau Jawa dan Bali, harga BBM nonsubsidi cenderung seragam. Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750, dan Pertamax Green 95 (RON 95) Rp12.900. Produk diesel Dexlite dijual Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp24.800.
Khusus untuk Nusa Tenggara Timur, terdapat satu catatan penting: Biosolar nonsubsidi dijual Rp22.900 per liter, sementara Biosolar subsidi tetap Rp6.800. Artinya, pengguna kendaraan diesel di NTT yang tidak memenuhi kriteria subsidi harus membayar hampir 3,4 kali lipat dari harga subsidi.
Daftar Harga BBM Subsidi: Pertalite dan Biosolar Stabil
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter — berlaku seragam di seluruh Indonesia tanpa pengecualian.
- Biosolar Subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter — juga seragam, kecuali di NTT yang mencatumkan Biosolar nonsubsidi terpisah.
Kedua produk subsidi ini tidak mengalami perubahan harga sejak periode sebelumnya. Pemerintah masih menahan harga di tengah fluktuasi minyak dunia dan nilai tukar rupiah, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi Pertamina.
Produk Diesel: Dexlite dan Pertamina Dex Paling Mahal di Sumatera
Untuk segmen diesel, Pertamina Dex (CN 53) dibanderol termahal di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, yakni Rp25.900 per liter. Sementara itu, Dexlite (CN 51) tertinggi juga di wilayah yang sama, sebesar Rp24.000 per liter.
Harga termurah untuk Pertamina Dex ditemukan di FTZ Batam, hanya Rp23.550 per liter — selisih Rp2.350 dari harga tertinggi. Pengguna kendaraan diesel di luar Pulau Jawa disarankan mengecek harga SPBU setempat sebelum mengisi penuh, mengingat variasi harga cukup signifikan antarkabupaten.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Berbeda Tiap Daerah?
Pertamina menerapkan harga yang berbeda di setiap wilayah berdasarkan sejumlah faktor: biaya distribusi, infrastruktur penyimpanan, dan mekanisme pasar di daerah FTZ. Wilayah dengan status Free Trade Zone seperti Batam dan Sabang mendapat harga lebih rendah karena keringanan bea masuk dan pajak. Sebaliknya, daerah terpencil dengan rantai distribusi panjang seperti Papua dan Maluku cenderung lebih mahal, meski untuk beberapa produk harganya masih setara dengan Sumatera.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi harga sebelum melakukan pengisian, terutama untuk produk nonsubsidi yang bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan minyak dunia dan kurs rupiah.