BOLTIM — Empat orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, dalam sebuah insiden yang terjadi baru-baru ini. Permintaan tolong dari salah satu korban menggunakan bahasa daerah "Tolong Akang Kasiang" menambah duka dalam peristiwa tersebut.
Korban Luka dan Permintaan Tolong yang Menyayat Hati
Dalam rekaman yang beredar, salah satu korban terdengar meminta pertolongan dengan ucapan "Tolong Akang Kasiang", sebuah ungkapan dalam bahasa Manado yang berarti "Tolong Kakak Kasihan". Momen ini mencerminkan kepanikan dan kondisi darurat yang dialami para korban di lokasi kejadian.
Belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban luka berat atau ringan. Namun, peristiwa ini langsung mendapat perhatian warga sekitar yang berusaha memberikan bantuan awal di lokasi.
Diduga Akibat Jalan Licin atau Faktor Lain?
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kondisi jalan yang licin atau faktor human error, namun belum ada pernyataan resmi dari aparat.
Kanit Laka Lantas Polres Boltim belum memberikan keterangan detail. Proses evakuasi korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.
Warga Berbondong-Bondong Membantu Korban
Sejumlah warga yang melintas langsung menghentikan kendaraan dan memberikan pertolongan pertama. Beberapa di antaranya membantu mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum tim medis tiba.
"Kami dengar teriakan minta tolong, langsung kami berhenti. Kondisinya cukup parah, tapi kami coba bantu semampu kami," ujar seorang saksi di lokasi.
Imbauan Keselamatan Berkendara di Wilayah Sulawesi Utara
Kecelakaan lalu lintas di jalur antar kota di Sulawesi Utara kerap terjadi, terutama di tikungan tajam dan jalan menurun. Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk selalu waspada, memeriksa kondisi kendaraan, dan mengurangi kecepatan saat melintas di daerah rawan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini masih menunggu rilis resmi dari Satlantas Polres Boltim.