TABUKAN UTARA — Gempa bumi berkekuatan besar yang berpusat di Filipina pada Senin (8/6) siang, terasa keras hingga ke wilayah pesisir Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Guncangan dilaporkan berlangsung selama beberapa detik dan memicu kepanikan di kalangan warga Tabukan Utara, yang merupakan wilayah terdekat dengan episentrum gempa.
Kerusakan Rumah dan Arus Pengungsian
Berdasarkan laporan yang dihimpun, sejumlah rumah warga di Tabukan Utara mengalami kerusakan, mulai dari retakan dinding hingga bangunan yang tidak bisa dihuni sementara. Belum ada data pasti jumlah unit rumah yang rusak, namun warga setempat memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi sebagai antisipasi gempa susulan.
"Kami langsung lari keluar rumah saat gempa terasa. Beberapa tetangga memilih mengungsi ke bukit karena takut ada tsunami," ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Peringatan Dini dan Respons Pemda
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak melakukan pendataan dan evakuasi. Tim siaga bencana dikerahkan ke Tabukan Utara untuk memastikan kondisi warga dan menyalurkan bantuan darurat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh petugas. Jalur evakuasi dan titik kumpul sementara telah disiagakan di beberapa desa di Tabukan Utara.
Gempa Filipina Guncang Wilayah Perbatasan
Gempa yang terjadi di Filipina ini terasa hingga ke sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, terutama daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kepulauan Sangihe, yang secara geografis berada di jalur pertemuan lempeng tektonik, kerap merasakan dampak gempa dari aktivitas seismik di Filipina dan Laut Maluku.