TAHUNA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M 5,1 terjadi pada pukul 13.15 WIB. Episenter gempa berlokasi di koordinat 5,43 Lintang Utara dan 125,21 Bujur Timur, tepatnya di laut 204 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 24 kilometer.
Gempa Dangkal Akibat Subduksi Lempeng
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ujarnya dalam keterangan resmi.
Getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe. Sementara itu, getaran dengan skala II hingga III MMI terasa di Kendahe, Kepulauan Sangihe, dan Miangas, Kepulauan Talaud.
Belum Ada Laporan Kerusakan, Tak Berpotensi Tsunami
Hingga saat ini, BMKG menyatakan belum menerima laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Wijayanto.
Meski demikian, warga di pesisir Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diminta memastikan informasi hanya bersumber dari BMKG.
Rangkaian Gempa Susulan dari Filipina Capai 130 Kali
Gempa M 5,1 di Laut Sangihe ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik pasca-gempa utama M 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi. Hingga pukul 08.00 WIB, BMKG memantau setidaknya 130 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,7.
Dampak Gempa Filipina: 41 Tewas dan Ribuan Mengungsi
Otoritas Filipina melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa M 7,8 di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, telah mencapai 41 orang. Sekitar empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Selasa (9/6).
Gempa dahsyat tersebut merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air bersih, serta memicu tanah longsor di sejumlah area. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan, dan ribuan warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.