Pencarian

Wakil Wali Kota Bitung Sebut Sampah Jadi Tantangan Serius Perubahan Iklim, 51 Juta Ton per Tahun Tak Terkelola

Rabu, 17 Juni 2026 • 13:26:31 WIB
Wakil Wali Kota Bitung Sebut Sampah Jadi Tantangan Serius Perubahan Iklim, 51 Juta Ton per Tahun Tak Terkelola
Wakil Wali Kota Bitung menyoroti pengelolaan sampah sebagai tantangan utama dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam amanat Menteri Lingkungan Hidup yang dibacakan Randito, disebutkan bahwa sampah yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan emisi gas metana. Gas rumah kaca ini jauh lebih kuat dari karbon dioksida dalam memerangkap panas di atmosfer. "Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, emisi gas metana, serta ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem," ujar Randito di hadapan jajaran ASN dan Forkopimda Kota Bitung.

Triple Crisis: Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Pencemaran

Peringatan tahun ini mengusung tema "Act Now For Climate: Saatnya Bekerja Untuk Iklim". Randito menekankan bahwa dunia tengah menghadapi tiga krisis planet sekaligus, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. "Ketiga persoalan ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat dunia," ungkapnya.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar, disebut paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir yang berisiko kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan ancaman ketahanan pangan.

Komitmen Bitung: dari SK Pensiun hingga Lomba AI

Di luar agenda lingkungan, Randito juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat kepada ASN di lingkungan Pemkot Bitung. Momentum ini, menurutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung penguatan disiplin dan solidaritas ASN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kota Bitung turut memberikan hadiah kepada pemenang Lomba Video Artificial Intelligence (AI) sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi teknologi digital di kalangan aparatur.

Target Emisi dan Aksi Nyata Warga

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkot Bitung mengajak masyarakat tidak lagi menunda aksi penyelamatan lingkungan. Pemerintah pusat sendiri telah menargetkan penurunan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 serta strategi pembangunan rendah karbon menuju Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim pada 2050. "Perubahan besar harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan emisi, hingga pelestarian sumber daya alam," kata Randito menutup sambutannya.

Bagikan
Sumber: sulutreview.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks