BITUNG — Selama bertahun-tahun, pasien gagal ginjal asal Bitung harus menempuh perjalanan puluhan kilometer ke Manado hanya untuk cuci darah. Kondisi itu kini berakhir setelah Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis di UPTD RS Manembo-nembo Bitung, Senin (6/1).
Empat Mesin untuk 180 Pasien
Ronald Gunawan Kansil yang turut mendampingi gubernur dalam peresmian mengungkapkan, data yang disampaikan saat acara mencatat sekitar 180 pasien asal Kota Bitung membutuhkan layanan hemodialisis. Empat unit mesin yang dihadirkan Pemprov Sulut dinilai sebagai langkah awal yang krusial.
“Memang kebutuhan masih cukup besar. Tetapi dengan adanya empat mesin ini, pelayanan sudah bisa dimulai dan secara bertahap akan terus ditingkatkan,” kata politisi Partai Gerindra itu kepada media, Senin.
Beban Berkurang, Waktu dan Biaya Tak Lagi Terkuras
RGK menjelaskan, selama ini pasien harus menjalani terapi cuci darah secara rutin setiap pekan. Perjalanan ke Manado menguras biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Kehadiran layanan di RS Manembo-nembo disebut menjadi kabar baik bagi warga Bitung.
“Ini tentu sangat membantu masyarakat Bitung. Selama ini banyak pasien harus ke Manado untuk cuci darah. Sekarang layanan itu sudah tersedia di Kota Bitung sehingga beban masyarakat menjadi jauh lebih ringan,” ujarnya.
Apresiasi untuk Gubernur dan Harapan Pengembangan RS
Ronald memberikan apresiasi kepada Gubernur Yulius Selvanus yang dinilainya konsisten memberi perhatian pada pengembangan fasilitas kesehatan di Bitung. Ia berharap dukungan tidak berhenti pada pengadaan alat, tetapi berlanjut ke peningkatan kapasitas rumah sakit, termasuk penambahan tenaga medis dan fasilitas penunjang.
“Kami di DPRD tentu mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan. Harapan kami, rumah sakit ini terus berkembang sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sebenarnya bisa dilakukan di Bitung,” kata RGK.
Kolaborasi Lintas Pemerintahan
Menurut RGK, hadirnya unit pelayanan hemodialisis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Bitung, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa peresmian bukan sekadar seremoni, melainkan manfaat langsung yang harus dirasakan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal peresmian gedung atau alat baru, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Semoga ke depan kapasitas layanan terus bertambah sehingga seluruh pasien cuci darah di Bitung dapat terlayani dengan optimal,” pungkasnya.