Pencarian

Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Dupoin Futures Sebut Dolar AS dan Yield Obligasi Jadi Beban Utama

Senin, 13 Juli 2026 • 13:16:16 WIB
Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Dupoin Futures Sebut Dolar AS dan Yield Obligasi Jadi Beban Utama
Analis Dupoin Futures memprediksi harga emas masih berpotensi melemah dalam jangka pendek.

MANADO — Pergerakan harga emas masih dibayangi potensi pelemahan dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut bahwa tren penurunan masih menjadi skenario utama karena tekanan jual masih mendominasi pasar.

"Selama tekanan jual tetap mendominasi, ruang pelemahan harga emas masih terbuka menuju area support berikutnya," ujar Geraldo dalam analisis terbarunya, Senin (13/7).

Struktur Teknikal Masih Bearish, Harga Terjebak di Bawah Resistance

Dari sisi teknikal, pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam struktur primary bearish trend. Posisi harga belum mampu menembus Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kini berfungsi sebagai dynamic resistance. Setiap kali harga mencoba naik mendekati area tersebut, tekanan jual kembali muncul sehingga membatasi ruang penguatan.

Geraldo menjelaskan bahwa kondisi ini mengindikasikan seller masih memegang kendali. "Setiap kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih berpotensi menjadi koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren turun yang lebih besar," katanya.

Selama harga belum mampu bertahan di atas kedua garis moving average tersebut, peluang perubahan tren menuju bullish dinilai masih relatif kecil.

Support Kritis di Level 4.018 hingga 3.972

Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, area 4.018 menjadi level support terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, harga emas diperkirakan dapat melanjutkan penurunan menuju target berikutnya di kisaran 3.972.

Kedua area tersebut dinilai menjadi level teknikal penting yang patut diperhatikan karena berpotensi menjadi titik reaksi pasar apabila terjadi peningkatan aktivitas beli.

Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold. Meski posisi jenuh jual kerap dikaitkan dengan peluang rebound teknikal, Dupoin Futures menilai hingga saat ini belum terdapat konfirmasi pembalikan arah yang cukup kuat.

Dolar AS dan Yield Obligasi Masih Jadi Beban Fundamental

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kuatnya sentimen terhadap dolar Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama investor.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas. Ketika yield meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang mampu memberikan return lebih menarik, sehingga permintaan terhadap emas berpotensi menurun.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pasar tetap berpotensi mengalami perubahan apabila muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Data inflasi, laporan ketenagakerjaan, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan harga emas dalam waktu dekat.

"Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat mulai mereda," jelas Geraldo.

Namun sebaliknya, apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan hasil yang kuat dan memperkuat keyakinan pasar bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, penguatan dolar AS berpotensi berlanjut. Kondisi tersebut diperkirakan akan kembali membatasi ruang kenaikan emas sekaligus memperbesar peluang terjadinya pelemahan lanjutan.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus MA 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, dominasi seller diperkirakan masih akan bertahan. Harga emas diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4.018 hingga 3.972, sambil menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah pergerakan pasar.

Bagikan
Sumber: sulutnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks