BITUNG — Ratusan warga Kota Bitung dan sekitarnya berkesempatan menginjakkan kaki di geladak KRI Bima Suci tanpa dipungut biaya. Kapal latih milik TNI AL itu membuka pintu bagi publik selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, di Dermaga Utama Satrol Kodaeral VIII.
Kedatangan kapal bertiang tinggi itu merupakan bagian dari Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa 2026. Sebelum sandar di Bitung, kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto MTr Opsla itu telah melintasi perairan Filipina dan Laut Sulu dalam pelayaran misi diplomatik maritim.
Misi Diplomasi Maritim di Balik Kemegahan Kapal Layar
Operasi Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa bukan sekadar pelayaran biasa. Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII, Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto SH, menyampaikan bahwa misi ini mengedepankan diplomasi maritim melalui pelayaran internasional, pertukaran budaya, serta penguatan kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat.
“Ops Muhibah dan Diplomasi Duta Bangsa merupakan salah satu misi strategis TNI Angkatan Laut yang mengedepankan diplomasi maritim melalui pelayaran internasional, pertukaran budaya, serta penguatan kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat,” kata Andreas dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Open Ship: Warga Bisa Masuk ke Dalam Kapal
Selama lima hari bersandar, KRI Bima Suci akan melaksanakan Open Ship. Masyarakat umum bisa melihat dari dekat kapal layar terbesar di Indonesia itu, termasuk ruang kemudi, dek utama, hingga perlengkapan navigasi tradisional yang masih dirawat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pengenalan budaya bahari Indonesia kepada publik. Kehadiran kapal ini diharapkan memperkuat sinergi antarsatuan di lingkungan TNI AL, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sipil.
Dukungan Penuh dari Jajaran Kodaeral VIII
Penyambutan dilakukan oleh jajaran Kodaeral VIII yang diwakili Kadissyahal. Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi SE MTr Opsla menekankan bahwa kehadiran KRI Bima Suci di wilayah kerjanya menjadi momentum untuk mempererat soliditas prajurit.
“Ini sekaligus melaksanakan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, untuk membangun TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan berdaya gentar serta mampu berperan aktif dalam menjaga keamanan maritim kawasan,” ujarnya melalui Kadispen Kodaeral VIII.
Turut hadir dalam kegiatan penyambutan Pasops Satrol Kodaeral VIII, para Dankal Satrol Kodaeral VIII, serta para perwira, bintara, dan tamtama Satrol Kodaeral VIII.