SULAWESI UTARA — Pelemahan tipis ini terjadi di tengah volume perdagangan yang masih rendah pada awal sesi. Pergerakan rupiah yang sempit mengindikasikan pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia pekan ini.
Pasar Masih Mencari Arah
Level Rp18.115 per dolar AS menjadi level terendah yang disentuh rupiah pada pembukaan pagi ini. Meski hanya melemah 0,03 persen, posisi ini masih mendekati level psikologis Rp18.200 yang diwaspadai pelaku pasar.
Tekanan terhadap rupiah berasal dari permintaan dolar AS yang masih solid di pasar domestik, terutama untuk pembayaran impor dan dividen perusahaan asing. Di sisi lain, sentimen eksternal belum memberikan katalis positif yang cukup kuat bagi mata uang Garuda.
Fokus Tertuju pada Keputusan BI Rate
Pelaku pasar saat ini memusatkan perhatian pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung hingga Rabu besok. Keputusan suku bunga acuan akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
Sebagian besar analis memperkirakan BI akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini untuk menjaga stabilitas kurs. Namun, pernyataan Gubernur BI mengenai prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan dicermati untuk mencari petunjuk langkah kebijakan selanjutnya.
Dolar AS Masih Perkasa di Pasar Global
Di pasar internasional, indeks dolar AS masih bertahan di level tinggi seiring ekspektasi bahwa suku bunga acuan AS akan tetap tinggi lebih lama. Data ekonomi AS yang masih solid memperkuat pandangan tersebut, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Tekanan eksternal ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka pendek. Pasar menunggu data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Prospek Rupiah ke Depan
Pergerakan rupiah pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada hasil RDG BI. Jika BI memberikan sinyal hawkish atau menaikkan suku bunga, rupiah berpotensi menguat kembali ke bawah level Rp18.100 per dolar AS.
Sebaliknya, jika BI memilih dovish atau memberikan pernyataan yang kurang agresif, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut. Level support berikutnya berada di kisaran Rp18.050, sementara resistance terdekat ada di Rp18.150 per dolar AS.