Pencarian

KRI Bima Suci Diserbu Warga Bitung di Hari Terakhir Open Ship, Kapal Latih TNI AL Jadi Magnet Edukasi Maritim

Sabtu, 18 Juli 2026 • 13:20:01 WIB
KRI Bima Suci Diserbu Warga Bitung di Hari Terakhir Open Ship, Kapal Latih TNI AL Jadi Magnet Edukasi Maritim
Antrean warga Bitung mengular di Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII untuk mengunjungi KRI Bima Suci pada hari terakhir Open Ship.

BITUNG — Antrean panjang mengular di pintu masuk Dermaga Utama Satrol Koarmada VIII sejak pagi. Mereka datang bukan untuk sekadar jalan-jalan, melainkan untuk menjejakkan kaki di atas KRI Bima Suci, kapal latih layar yang malang melintang di perairan dunia. Open Ship yang berlangsung selama beberapa hari itu resmi ditutup dengan antusiasme yang melampaui ekspektasi panitia.

Mengapa Warga Rela Antre Berjam-jam demi Naik ke Kapal?

Bagi sebagian besar warga Sulawesi Utara, kesempatan melihat langsung KRI Bima Suci adalah momen langka. Kapal ini dikenal sebagai “istana terapung” bagi para taruna AAL yang menjalani pendidikan keras di laut. “Saya bawa anak saya biar lihat langsung gimana kehidupan prajurit AL. Dia jadi makin semangat bercita-cita jadi tentara,” ujar Rina, warga Manado yang datang sejak subuh.

Komandan Koarmada VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan TNI AL dengan masyarakat. “Open Ship ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia kemaritiman sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi prajurit TNI Angkatan Laut,” katanya dalam keterangan yang diterima Antara.

Bukan Sekadar Naik Kapal, Ada Edukasi Maritim Gratis

Pengunjung tidak hanya berfoto di dek atau melihat tiang-tiang tinggi kapal. Para prajurit yang bertugas memberikan penjelasan detail tentang fungsi setiap ruangan, sistem navigasi, hingga sejarah panjang KRI Bima Suci yang pernah berlayar ke berbagai negara. Anak-anak sekolah tampak paling antusias ketika diperlihatkan cara mengikat tali kapal dan alat keselamatan di laut.

Dery berharap kehadiran kapal latih ini menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kemaritiman di Bumi Nyiur Melambai. “Melalui interaksi langsung di atas kapal, pengunjung memperoleh wawasan mengenai kehidupan prajurit matra laut, pentingnya menjaga kedaulatan maritim Indonesia, serta peran strategis TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional,” ujarnya.

Antusiasme yang Jadi Indikator Kedekatan TNI AL dan Warga Bitung

Kepadatan pengunjung di hari terakhir Open Ship menunjukkan bahwa hubungan antara TNI AL dan masyarakat Sulut cukup erat. Selain sebagai rekreasi edukatif, kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan profesi prajurit matra laut kepada generasi muda. Beberapa pelajar yang diwawancarai mengaku baru pertama kali melihat kapal perang sebesar itu dari dekat.

KRI Bima Suci sendiri merupakan kapal latih tiang tinggi yang digunakan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan taruna AAL. Kehadirannya di Bitung menjadi bukti bahwa TNI AL tidak hanya hadir dalam operasi keamanan, tetapi juga dalam kegiatan yang membumi dan menyentuh langsung warga.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks