Pencarian

Penjualan Kain Tenun Pinawetengan Sulut Tembus Rp 110,3 Juta di KKI 2026, BI Catat Kenaikan Lima Kali Lipat

Jumat, 28 Agustus 2026 • 09:16:31 WIB
Penjualan Kain Tenun Pinawetengan Sulut Tembus Rp 110,3 Juta di KKI 2026, BI Catat Kenaikan Lima Kali Lipat
Penjualan kain tenun Pinawetengan pada KKI 2026 mencapai Rp 110,3 juta, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan produk wastra asal Sulawesi Utara pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut mencatat kain tenun premium Pinawetengan, produk khas Minahasa, meraup total penjualan Rp 110,3 juta di pameran tersebut.

MANADO — Lonjakan penjualan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem ekonomi kreatif di Sulawesi Utara. Capaian tersebut diraih di tengah upaya Bank Indonesia memperkuat branding produk lokal agar tembus pasar nasional dan global.

Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto mengungkapkan, angka penjualan kain Pinawetengan pada KKI 2026 mencapai Rp 110,3 juta. Realisasi ini berbanding terbalik dengan capaian di tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp 20-an juta.

Kain Pinawetengan: Tenun Premium dengan Filosofi Sejarah Minahasa

Kain Pinawetengan bukan sekadar tekstil biasa. Produk ini merupakan tenun premium yang terinspirasi dari guratan atau pahatan pada Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Kabupaten Minahasa, sebuah warisan leluhur yang sarat makna.

"Peningkatan ini menandakan bahwa kecintaan masyarakat akan produk wastra asal Sulut semakin tinggi," kata Joko di Manado, Kamis.

Menurutnya, tradisi tidak cukup hanya dilestarikan. Tantangan utamanya adalah bagaimana warisan dan kearifan lokal dapat terus relevan, berinovasi, dan menghasilkan nilai ekonomi tanpa kehilangan identitas Kawanua.

Strategi BI: Dari Kompetisi Desain hingga Kolaborasi dengan Dekranasda

Bank Indonesia tidak berhenti pada promosi semata. Lembaga ini melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap UMKM lokal melalui berbagai program pengembangan wastra dan Modest Fashion & Wastra Professional Designer Competition.

Sinergi juga diperluas melalui kegiatan membatik bersama Dekranasda serta berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan generasi muda. Pendekatan ini memungkinkan UMKM memperoleh eksposur dan transaksi, sekaligus membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas.

Kopi Sulut Ikut Naik Kelas di Panggung Nasional

Kinerja positif tidak hanya diraih sektor wastra. Penguatan branding produk kopi Sulawesi Utara juga tercermin melalui Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee yang kian dikenal di pasar nasional.

Produk kopi tersebut mendapat eksposur istimewa melalui penyeduhan langsung oleh World Barista Champion dalam rangkaian KKI 2026, lewat program take over bar Cangkir Nusantara. Langkah ini menjadi bukti bahwa produk asli daerah mampu bersaing di panggung bergengsi.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks