KOTAMOBAGU — Kepengurusan PELTI Kota Kotamobagu memasuki periode kepemimpinan baru. Resty Mangkat Somba ditunjuk sebagai nakhoda melalui mekanisme aklamasi, sebuah keputusan bulat yang diambil dalam forum tertinggi organisasi cabor tenis di kota tersebut.
Muskot yang digelar Kamis kemarin itu dihadiri langsung oleh Sekretaris PELTI Provinsi Sulawesi Utara, Gege Rey, serta perwakilan tiga klub tenis anggota PELTI Kota Kotamobagu. Kehadiran pengurus provinsi menandakan proses regenerasi ini berjalan sesuai koridor organisasi.
Mandat Ganda untuk Resty: Pimpin Organisasi dan Susun Struktur
Resty tidak hanya dipercaya memegang kendali organisasi. Ia juga mendapat mandat tambahan sebagai Ketua Formatur yang bertugas menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan untuk lima tahun ke depan.
"Dalam kegiatan ini terpilih Ny. Resty A. Mangkat Somba sebagai Ketua Umum PELTI Kota Kotamobagu periode 2026–2030," ujar Anki Taurina Mokoginta, Kamis (27/08/2026).
Proses pemilihan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Pengarah, Asianto Raupu, bersama anggota Meldo E. Lumantow dan Rocky Aditia. Muskot sendiri dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta.
Target Kepengurusan Baru: Soliditas dan Prestasi Atlet
Harapan besar disematkan kepada pengurus anyar. Dispora menginginkan agar PELTI Kotamobagu tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet tenis berprestasi.
"Terpilihnya Ny. Resty A. Mangkat Somba diharapkan dapat semakin memperkuat soliditas organisasi serta mendorong perkembangan olahraga tenis, termasuk dalam pembinaan dan peningkatan prestasi para atlet tenis di Kota Kotamobagu," kata Anki.
Sejumlah pihak turut hadir menyaksikan momen ini, di antaranya perwakilan Forkopimda Kota Kotamobagu, jajaran pengurus KONI Kota Kotamobagu, serta tiga klub tenis yang menjadi anggota PELTI. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi sinyal dukungan terhadap arah baru organisasi tenis di Kotamobagu.
Dengan struktur kepengurusan yang akan segera dilengkapi, langkah awal Resty adalah memastikan roda organisasi berjalan dan program pembinaan usia muda bisa segera direalisasikan. Publik menantikan gebrakan pertama dari kepengurusan periode 2026–2030 ini.