Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Sulawesi Utara, memanen sayur pakcoi hasil budi daya warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Panen ini menjadi bukti pemanfaatan lahan produktif di dalam lapas untuk membekali keterampilan praktis bagi narapidana sebelum kembali ke masyarakat.
MANADO — Lahan kosong di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado kini berubah menjadi area hijau produktif. Puluhan warga binaan tampak memanen pakcoi yang mereka rawat sendiri selama berminggu-minggu, Jumat pekan ini.
Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar bercocok tanam. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Keterampilan Bertani Jadi Bekal Setelah Bebas
Proses budi daya yang melibatkan warga binaan berlangsung utuh, mulai dari penyemaian benih, penanaman, perawatan harian, hingga masa panen. Pendampingan dilakukan langsung oleh petugas lapas di setiap tahapannya.
Haposan menekankan bahwa keberhasilan panen ini membuktikan program pembinaan dapat berjalan produktif dan memberikan manfaat nyata. "Panen ini menunjukkan bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan seperti ini juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan sebagai bekal untuk kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana," ujarnya.
Proses Panen yang Melibatkan Warga Binaan
Kalapas Manado, Krisman Ziliwu, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian budi daya pakcoi dikerjakan langsung oleh warga binaan dengan pengawasan petugas. Ia berharap pengalaman ini menumbuhkan etos kerja dan tanggung jawab.
"Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap kerja. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan oleh WBP dan menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat," ungkap Krisman.
Menurutnya, hasil panen kali ini menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Manado untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan lainnya. Pemanfaatan lahan secara optimal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional
Kegiatan budi daya pakcoi ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas IIA Manado dalam mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Lahan yang sebelumnya tidak terpakai kini memberi nilai ekonomi dan edukasi bagi penghuni lapas.
Dengan adanya program pertanian ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan diri untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas nanti.