SULAWESI UTARA — Anbernic memperluas jajaran konsol genggamnya dengan menghadirkan RG 55G1, perangkat horizontal yang mengambil bentuk mirip Nintendo Switch Lite. Produk ini dijadwalkan mulai bisa dipesan pada 31 Agustus pukul 06.00 ET (17.00 WIB), dengan banderol awal US$150 atau sekitar Rp 2,4 juta jika memakai kurs Rp 16.500 per dolar AS.
Konsol ini berjalan di atas Android 14 dan dirancang khusus untuk emulasi game retro. Kejutan utamanya ada pada dapur pacu: Anbernic memilih chip Snapdragon G1 Gen 2, menandai debut Qualcomm di lini handheld mereka.
Spesifikasi Utama
Prosesor Snapdragon G1 Gen 2 yang dipakai sama dengan yang ada di Retroid Pocket Classic. Dengan chip ini, RG 55G1 disebut sanggup menjalankan emulasi hingga konsol PS2 dan Wii.
- Layar: 5,5 inci resolusi 1.920 x 1.080
- Chip: Snapdragon G1 Gen 2
- RAM dan penyimpanan: 4GB/64GB atau 8GB/128GB
- Baterai: hingga 8 jam pemakaian
- Konektivitas: dua joystick Hall effect simetris
Dibanding Switch Lite yang memakai layar 720p, RG 55G1 menawarkan resolusi lebih tinggi di ukuran panel yang sama. Tombol analog berbasis Hall effect juga menjadi pembeda, karena teknologi ini umumnya lebih tahan terhadap drift dibanding joystick konvensional.
Harga dan Varian
Anbernic menyediakan tiga pilihan warna: hitam, indigo, dan abu-abu retro. Konsumen bisa memilih antara model dasar 4GB RAM dengan penyimpanan 64GB, atau varian lebih tinggi 8GB RAM dan 128GB storage.
Harga retail dimulai dari US$150 (sekitar Rp 2,4 juta) dan naik hingga US$225 (sekitar Rp 3,7 juta) untuk spesifikasi tertinggi yang sudah termasuk kartu microSD 256GB tambahan. Selama tiga hari pertama penjualan, Anbernic memberikan potongan US$10 untuk semua varian.
Posisi di Pasar Konsol Genggam
Dengan harga yang lebih rendah dari Switch Lite yang dijual Nintendo, RG 55G1 menyasar pengguna yang mencari perangkat emulasi portabel dengan dukungan Android. Kehadiran Snapdragon G1 Gen 2 memberi daya komputasi yang memadai untuk game-game lawas, sementara baterai 8 jam cukup untuk sesi bermain panjang.
Konsol ini paling cocok untuk pemain yang sudah punya koleksi ROM game retro dan ingin perangkat khusus tanpa mengorbankan kenyamanan genggam. Namun, perlu dicatat bahwa produk ini tidak dirancang untuk memainkan game Switch secara native, melainkan fokus pada emulasi sistem lawas.