Pencarian

Selandia Baru Luncurkan Program Co-Production Film Adat di TIFF 2025

Jumat, 11 September 2026 • 20:16:01 WIB
Selandia Baru Luncurkan Program Co-Production Film Adat di TIFF 2025
New Zealand Film Commission mengumumkan program co-production khusus sineas adat pada TIFF 2025.

SULAWESI UTARA — New Zealand Film Commission (NZFC) resmi mengumumkan program co-production khusus sineas adat dalam gelaran Toronto International Film Festival (TIFF) 2025. Pengumuman disampaikan Sabtu (6/9) waktu setempat, bertepatan dengan sesi From Pitch to Partner: Global Co-Production Showcase yang juga dihadiri perwakilan Telefilm Canada dan Eurimages.

Inisiatif ini mempertemukan tiga kelompok sineas: M?ori dari Selandia Baru, Aborigin dari Australia, dan Indigenous dari Kanada. Ketiganya akan bekerja dalam format lokakarya intensif yang oleh NZFC disebut w?nanga, digelar bergiliran di masing-masing negara.

Siapa Sineas yang Terlibat

CEO NZFC Annie Murray menegaskan program ini tidak menyasar pembuat film pemula. Pesertanya adalah sineas mid-career dengan rekam jejak produksi yang sudah terbentuk.

"They're not beginning filmmakers, these are mid-career filmmakers who will collaborate together on stories, working in w?nanga, we call them, but very intensive workshops together in each country," ujar Murray kepada Variety.

Nama Ainsley Gardiner, Head of Funding NZFC, masuk dalam jadwal showcase tersebut. Gardiner bukan nama baru—ia pernah menjadi co-producer film co-production adat Kanada-Selandia Baru pertama, "Night Raiders" (2021), dan merupakan nominasi Oscar.

Tiga Proyek Selandia Baru di TIFF

Selandia Baru hadir di Toronto dengan tiga judul yang mewakili spektrum skala produksi berbeda. Pertama, debut feature "God Bless You, Mr. Kopu" garapan Alex Liu. Murray menyebut film ini sebagai bukti generasi baru sineas Selandia Baru yang percaya diri membawa kekhasan budaya ke layar.

"What it gives you is a really unique take on modern New Zealand through a cultural lens," katanya. "It shows you very clearly on screen how super diverse New Zealand is culturally."

Kedua, "Man of Valor" arahan Tearepa Kahi yang tayang di TIFF: The Market. Film ini mengangkat kisah Sersan Haane, pahlawan M?ori Perang Dunia II dalam Pertempuran Takrouna di Tunisia. Murray menyebut keaslian cerita sebagai sumber kekuatan film tersebut.

"It works because it's authentic, and authenticity resonates locally and internationally," ujarnya.

Proyek ketiga, "Tenzing", mengisahkan pendakian pertama Edmund Hillary dan Tenzing Norgay ke puncak Everest. Film ini diproduksi lewat skema rebate produksi layar Selandia Baru dan syuting di beberapa negara.

Perubahan Aturan Rebate dan Dampaknya

NZFC baru saja me

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks