MANADO — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Utara resmi berakhir. Penutupan digelar pada siang hari dan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Jefta Johannes Makikui.
Ratusan siswa baru dari tiga jenjang pendidikan mengikuti rangkaian penutupan tersebut. Mereka terdiri dari pelajar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Mengenal Lingkungan Sekolah hingga Tata Tertib
Selama MPLS, para siswa diperkenalkan pada lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, serta program pendidikan yang akan mereka jalani. Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi pelajar baru sebelum mengikuti pembelajaran reguler.
Jefta menekankan bahwa setiap siswa punya hak dan kesempatan yang sama untuk belajar. Menurutnya, pengembangan potensi, prestasi akademik, dan penguasaan keterampilan harus berjalan seiring.
Karakter Kuat Dinilai Sama Penting dengan Prestasi Akademik
Dalam sambutannya, Jefta menyebut keberhasilan seorang siswa tidak cukup diukur dari kecerdasan akademik semata. Karakter yang kuat disebutnya sebagai fondasi yang harus dibangun bersamaan.
Nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan sikap saling menghargai diminta ditanamkan dalam keseharian para siswa. Ia juga mengajak pelajar baru menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.
Tempat untuk mengeksplorasi potensi diri, berani mencoba hal baru, dan membangun kebersamaan tanpa membeda-bedakan satu sama lain.
"Cerdas saja tidak cukup. Di balik kompetensi yang hebat, harus ada karakter yang kuat," tegasnya.
Harapan Setelah MPLS Berakhir
Jefta berharap seluruh siswa dapat memulai perjalanan pendidikan dengan semangat baru setelah mengikuti MPLS. Ia juga mendorong mereka mengukir prestasi terbaik selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Utara.
"Selamat memulai perjalanan belajar baru. Ukirlah prestasi terbaikmu dan jadilah generasi yang berilmu serta berakhlak mulia," pungkasnya.