Mobil dapur umum lapangan Polri di Posko Utama SAR Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyiapkan 300 porsi makanan siap saji setiap hari untuk personel tim SAR gabungan, masyarakat, dan keluarga korban. Pada hari kesembilan operasi pencarian lima jurnalis dan dua kru KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, menu ayam rica-rica khas Manado disiapkan untuk makan siang. Dapur lapangan Satuan Brimob Polda Banten itu beroperasi sejak hari kedua pencarian, Selasa (8/9).
PANDEGLANG — Ketua Tim Dapur Lapangan Polri Sadiel Marbun menyampaikan operasional dapur umum dari Satuan Brimob Polda Banten tersebut didirikan sebagai bentuk aksi kemanusiaan. Fasilitas itu melayani kebutuhan logistik seluruh personel tim SAR gabungan, masyarakat, dan pihak keluarga yang berada di posko.
"Aksi kemanusiaan ini tuh, dapur lapangan ini didirikan atas perintah Kapolda Banten untuk memfasilitasi kebutuhan logistik seluruh personel tim SAR gabungan, masyarakat, dan pihak keluarga yang berada di posko," kata Marbun di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu.
Beroperasi Sejak Hari Kedua Pencarian
Marbun memaparkan layanan mobil dapur umum tersebut telah beroperasi sejak hari kedua pencarian kapal cepat KM Arupadatu I, tepatnya pada Selasa (8/9). Makanan disajikan tiga kali sehari, masing-masing 100 porsi untuk waktu pagi, siang, dan malam.
Proses memasak dimulai sejak pukul 05.00 WIB untuk sarapan pagi. Berlanjut pukul 11.30 WIB untuk makan siang, serta pukul 19.30 WIB untuk persiapan makan malam.
"Untuk 300 porsi itu kami masaknya selama 1-1,5 jam lah jadi dapat kami pastikan tepat waktu dan relawan, petugas atau semua yang ada disini tidak kelaparan," kata Marbun.
Tujuh Personel Brimob Jadi Koki di Dapur Lapangan
Operasional fasilitas mobil dapur lapangan itu semua digerakkan oleh tujuh personel Satbrimob Polda Banten. Mereka bertugas dari bagian logistik dan pasukan operasi taktis.
Latar belakang tersebut bukan jadi batasan mereka untuk menyajikan makanan di dapur umum lapangan. Marbun mengaku timnya cekatan dan bisa bekerja sama secara solid sehingga masakan dipastikan memiliki rasa yang khas, tak kalah dari restoran berbintang.
"Terbagi dalam tugas memasak jadi koki dia, ada pengolahan bahan baku seperti memotong atau mencuci, hingga belanja logistik harian ke pasar setempat. Contoh siang ini, operasi hari kesembilan kami siapkan Ayam Rica-rica khas Manado dan malam nanti beda lagi, besok beda lagi," kata Marbun.
Menu Berganti Setiap Hari, Lengkap hingga Minuman Hangat
Dapur lapangan itu tidak hanya menyediakan makanan berat. Marbun memastikan semua yang berkepentingan di lingkungan Posko Utama SAR Carita dapat memanfaatkan layanan tersebut, termasuk hidangan ringan seperti agar-agar sampai minuman hangat.
"Sudah diperhitungkan 300 porsi makanan itu yang kami sediakan ya. Sampai habis sih, tapi relawan bisa kapan saja ke sini untuk buat sendiri kopi dan teh disediakan. Ya semoga layanan kami bisa membantu," katanya.
Posko SAR gabungan itu dalam misi mencari rombongan lima jurnalis dan dua kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).