SULAWESI UTARA — Atlet bulu tangkis Moh. Zaki Ubaidillah dan pemanah Nurisa Dian Ashrifah memilih mengelola bonus Asian Games 2026 sebagai investasi jangka panjang. Ubed membangun GOR di kampung halaman, sementara Nurisa menyiapkan lapangan latihan pribadi menuju Olimpiade LA 2028.
PP PBSI mengucurkan total bonus Rp4,5 miliar bagi para atlet yang mengamankan dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kucuran itu mengalir ke sejumlah sektor, mulai dari beregu putra hingga tunggal putra.
Tim beregu putra yang sukses meraih medali emas menerima apresiasi Rp2 miliar untuk dibagikan merata kepada seluruh anggota skuad. Moh. Zaki Ubaidillah—akrab disapa Ubed—menjadi salah satu penerimanya.
Ubed Pilih Balas Jasa Orang Tua dan Bangun GOR
Ubed tidak memandang hadiah bernilai fantastis itu sebagai beban moral. Pebulu tangkis tunggal putra itu justru menjadikannya modal masa depan.
"Kalau buat saya sih tidak. Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga," kata Ubed, dikutip dari Antara.
Langkah Ubed sejalan dengan kebutuhan infrastruktur olahraga di kampung halamannya. Pembangunan gedung olahraga pribadi itu diharapkan menunjang latihan sekaligus membuka akses bagi atlet muda di sekitarnya.
Rincian Bonus PP PBSI untuk Setiap Sektor
Selain beregu putra, sejumlah atlet menerima apresiasi dengan nominal berbeda sesuai capaian masing-masing.
- Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin: Rp1 miliar (medali emas)
- Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah: Rp500 juta (medali perak)
- Tim beregu putri: Rp500 juta (medali perunggu)
- Tunggal putra Alwi Farhan: Rp250 juta (medali perunggu)
- Duet Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri: Rp250 juta (medali perunggu)
Nurisa Dian Ashrifah Bidik Olimpiade LA 2028
Dari cabang panahan, Nurisa Dian Ashrifah membawa pulang medali emas nomor Compound Women Individual usai menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu menjadi salah satu kontributor medali bagi kontingen Indonesia yang finis di peringkat ke-16 dengan total 5 medali emas.
Setibanya di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (9/10/2026), Nurisa disambut haru oleh keluarga, jajaran KONI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan," ungkap Nurisa.
Berbekal bonus Rp3 miliar, atlet yang mulai menekuni panahan sejak SD setelah menonton film The Hunger Games itu berencana membangun lapangan latihan pribadi. Langkah tersebut dinilainya penting untuk menunjang performa menuju kompetisi yang lebih tinggi.
"Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028," harapnya.
Pemprov Jawa Tengah Beri Apresiasi
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam penyambutan Nurisa. Ia menyampaikan penghargaan atas capaian atlet asal Jawa Tengah tersebut.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurisa. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Jawa Tengah," ujar Aria.
Cara Ubed dan Nurisa mengelola bonus menunjukkan pola pikir jangka panjang di kalangan atlet muda Indonesia. Keduanya memilih menanam modal pada infrastruktur latihan dan kesejahteraan keluarga, bukan sekadar menikmati hasil sesaat.