MANADO — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara menggelar peningkatan kapasitas bagi 40 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026. Pelatihan berlangsung di Ruangan Theater Polimdo, Manado, dan akan dijalani peserta selama 52 hari ke depan.
Dari total 40 peserta, sebanyak 12 orang perempuan dan 28 orang laki-laki. Ketua Pelaksana Peningkatan Kapasitas, Dimas Ero Permana, SST.Par., M.Par., menyebut pelatihan menyasar kemampuan bahasa Inggris, keterampilan, dan kompetensi agar peserta mampu bekerja optimal di negara tujuan.
"40 peserta itu terdiri dari 12 orang perempuan dan 28 orang laki-laki yang akan dilaksanakan selama 52 hari," ungkap Dimas.
Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak., menegaskan penguasaan bahasa Inggris menjadi syarat utama bagi tenaga kerja yang hendak menembus pasar global. Ia menyampaikan hal itu melalui video conference Zoom.
"Hampir semua negara, kualifikasi pertama itu adalah bahasa Inggris. Pelatihan ini menjadi bagian dari mendorong adanya kompetensi awal, serta mendorong penguasaan keahlian teknis yang akan dipersiapkan," kata Dwi.
Dwi menyebut peserta tidak hanya disiapkan sebagai duta Sulawesi Utara, tetapi juga bagian dari tenaga kerja Indonesia yang akan tersebar di berbagai negara. Ia mencontohkan keterampilan teknis seperti barista yang bisa dipilih peserta sesuai bidang kerja yang diminati.
"Misalnya, bisa menjadi seorang barista dan sebagainya. Tinggal peserta akan memilih kerja apa yang akan dimasuki. Kami akan terus memverifikasi prosedural yang ada, guna memperhatikan kepastian hukum kepada teman-teman peserta," imbuhnya.
Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, dalam sambutannya menekankan setiap peserta memegang tanggung jawab penuh atas pengembangan dirinya. Pemerintah, menurut dia, sudah membuka jalan melalui program pelatihan ini.
"Ada tanggung jawab yang tidak bisa digeser kepada orang lain. Tanggung jawab itu ada pada kita. Bapak Dirjen dan BP3MI Sulut sudah mengambil tanggung jawabnya," ujar Maryke.
Ia mengajak peserta memanfaatkan kesempatan yang telah disediakan pemerintah untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Maryke juga mendorong peserta membangun profil media sosial yang baik selama mengikuti pelatihan.
"Otoritas itu sudah diberikan di tangan kalian semua. Jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih masa depan yang indah," tegasnya.
Selama masa pelatihan, peserta diharapkan terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas. Maryke meminta peserta mampu memperkenalkan diri, mengenal pekerjaan, hingga bercerita dalam bahasa Inggris.
"Nanti kami akan meminta agar adik-adik harus perform. Ada acara, adik-adik harus bisa berbicara, berpidato, bercerita, semuanya harus perform dalam bahasa Inggris," ungkapnya.
Dwi menilai motivasi yang disampaikan Direktur Polimdo luar biasa dan menyebut kegiatan ini sebagai kelas perdana dengan kapasitas bahasa Inggris. Menurut dia, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta Sulawesi Utara yang siap bersaing di pasar kerja internasional.
"Luar biasa motivasi dan semangatnya dari Ibu Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA. Ini merupakan kelas perdana dengan kapasitas bahasa Inggris. Ini bagian dari sukses untuk menuju talenta kalian," ujar Dwi.