MANADO — Peringatan cuaca ekstrem berlaku di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan. Karina Husna menyebut potensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Karina, dikutip dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.
Peringatan BMKG ini bukan tanpa sebab. Ada tiga fenomena atmosfer yang bekerja bersamaan di atas Sulawesi Utara, dan masing-masing membawa dampak berbeda bagi warga.
Monsun Australia dan Belokan Angin Picu Pertumbuhan Awan
Monsun Australia aktif sejak April 2026 dan diprediksi terus aktif pada periode September–Oktober 2026. Kondisi ini membuat angin dominan bertiup dari tenggara hingga selatan di wilayah Sulawesi Utara.
Selain itu, terdapat belokan angin (shearline) yang mendukung potensi pertumbuhan awan di wilayah Sulawesi Utara. Siklon Tropis Champi di Samudra Pasifik timur Filipina turut menyumbang angin kencang di kawasan ini.
El Nino Sangat Kuat, Tapi Hujan Lebat Tetap Mengancam
El Nino dengan intensitas sangat kuat tercatat pada indeks NINO 3.4 +2.76 dan Southern Oscillation Index (SOI) -19.0. Kondisi ini menghambat pertumbuhan awan dan menurunkan curah hujan.
Dampaknya, risiko kekeringan dan kebakaran meningkat di sejumlah wilayah. Namun BMKG menegaskan potensi hujan lebat lokal tetap ada karena dinamika atmosfer skala regional, terutama dari shearline dan siklon tropis di utara.
Jadwal Per Wilayah: Manado dan Bitung Paling Awal
Pada 22 Oktober, angin kencang berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sehari berikutnya, 23 Oktober, angin kencang diperkirakan masih terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 24 Oktober berpotensi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Memasuki 25 Oktober, potensi hujan meluas ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Warga Diminta Waspadai Pohon Tumbang dan Genangan
Angin kencang di wilayah pesisir dan kepulauan berisiko menumbangkan pohon serta merusak atap rumah warga. Pengguna jalan di Manado dan Bitung perlu waspada terhadap genangan air saat hujan lebat turun sore hingga malam.
Nelayan di Kepulauan Sangihe, Sitaro, dan Talaud disarankan memantau kondisi laut sebelum melaut. BMKG meminta pemerintah daerah dan instansi terkait menyiapkan langkah mitigasi selama periode peringatan berlangsung.