Pencarian

Stimulus Rp 31 Triliun Kuartal IV 2026: BSU Rp 300 Ribu hingga Bansos Beras

Jumat, 23 Oktober 2026 • 05:19:01 WIB
Stimulus Rp 31 Triliun Kuartal IV 2026: BSU Rp 300 Ribu hingga Bansos Beras
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan stimulus ekonomi Rp 31 triliun untuk kuartal IV 2026 dalam Rapat Koordinasi Nasional TPAKD di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

SULAWESI UTARA — Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp 31 triliun untuk kuartal IV 2026, mencakup bantuan subsidi upah Rp 300 ribu per bulan bagi 13,3 juta pekerja dan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paket ini menyasar daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. Pekerja dan keluarga penerima manfaat perlu memastikan data kepesertaan aktif agar bantuan tidak tersendat.

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp 31 triliun yang akan digulirkan pada kuartal IV 2026. Paket kebijakan ini diumumkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jiexpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Stimulus ditujukan untuk mendorong daya beli masyarakat. Dua komponen terbesarnya adalah bantuan beras dan bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif pembiayaan dan program inklusi keuangan sebagai pelengkap.

Besaran Bantuan: Beras Rp 17,55 Triliun dan BSU Rp 300 Ribu

Bantuan beras menyerap anggaran Rp 17,55 triliun dan menyasar 33,2 juta keluarga. Sementara BSU diberikan Rp 300 ribu per bulan kepada 13,3 juta pekerja.

Airlangga menyebut penyaluran BSU akan memakai rekening yang sama seperti sebelumnya. "Ini juga akan menggunakan rekening yang sama. Jadi ini akan mulai kita gunakan di kuartal empat," ujarnya dalam acara tersebut.

Pemerintah juga menanggung Pajak Penghasilan (PPh) bagi pekerja bergaji hingga Rp 10 juta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syarat Penerima: Data Kepesertaan Jadi Kunci

Bahan keterangan pemerintah tidak merinci kriteria lengkap penerima BSU maupun bantuan beras. Dari penjelasan Airlangga, sasaran yang disebut adalah pekerja penerima upah dan keluarga penerima bantuan pangan.

Karena penyaluran BSU memakai rekening yang sama, pekerja yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima berpeluang besar menerima bantuan susulan. Pekerja yang belum pernah terdaftar perlu memeriksa status kepesertaan di kanal resmi agar tidak ketinggalan.

Informasi lengkap mengenai syarat penerima dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Sosial.

Cara Cek Status Penerima

Masyarakat dapat memastikan status penerimaan melalui saluran resmi pemerintah. Untuk bantuan pangan, pengecekan biasanya dilakukan lewat situs cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan nama penerima.

  1. Buka laman cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi resmi pemerintah.
  2. Masukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP.
  3. Isi nama lengkap sesuai data kependudukan, lalu ikuti verifikasi yang diminta.
  4. Periksa hasil pencarian untuk melihat status dan jenis bantuan yang tercatat.

Untuk BSU, pekerja dapat menanyakan status kepesertaan kepada perusahaan atau mengakses kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan. Pastikan data rekening yang terdaftar masih aktif.

Jadwal Pencairan: Mulai Kuartal IV 2026

Airlangga menyatakan penyaluran stimulus akan dimulai pada kuartal IV 2026. BSU akan memakai rekening yang sama seperti penyaluran sebelumnya, sehingga penerima tidak perlu membuka rekening baru.

Bahan keterangan belum menyebut bulan pasti pencairan, bank penyalur, maupun batas akhir pengambilan bantuan. Masyarakat diminta memantau pengumuman resmi agar tidak tertukar dengan informasi yang beredar di media sosial.

Insentif Pendukung: KUR hingga Rekening Gratis

Selain bantuan langsung, pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan anggaran Rp 300 triliun. Hingga 20 Oktober 2026, realisasinya mencapai Rp 257,84 triliun dengan 4 juta debitur.

"Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, kredit alsintan juga terus didorong, kredit industri padat karya, kredit industri program perumahan," kata Airlangga.

Pemerintah juga menurunkan bunga kredit bagi perempuan prasejahtera dari 18-25 persen menjadi 8 persen flat per tahun. Bantuan inkubasi Rp 50 juta hingga Rp 200 juta disiapkan sebagai modal bagi pondok pesantren.

Program satu orang satu rekening mendapat anggaran Rp 1,28 triliun. Setiap rekening akan diisi dana awal Rp 50 ribu untuk 25 juta masyarakat desil 1 hingga 4 berusia di atas 17 tahun. "Setoran awal disiapkan Rp 50 ribu dan anggarannya Rp 1,28 triliun," ujar Airlangga.

Waspadai Calo dan Pungli

Seluruh bantuan pemerintah disalurkan tanpa biaya. Masyarakat yang dimintai uang oleh oknum untuk mengurus BSU, bantuan beras, atau program rekening diminta melaporkan ke kanal pengaduan resmi Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan, atau melalui layanan pengaduan pemerintah daerah setempat.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks