SULAWESI UTARA — An Se Young kembali naik podium tertinggi bulu tangkis Asian Games 2026 setelah menaklukkan Akane Yamaguchi dua gim langsung di final. Kemenangan itu bukan sekadar medali, sebab ada sejumlah rekor dan catatan statistik yang menempel pada pebulu tangkis Korea Selatan tersebut.
Final tunggal putri Asian Games 2026 mempertemukan dua nama yang sudah saling hafal kekuatan. An Se Young mengalahkan Akane Yamaguchi dengan skor 21-17, 21-9 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Berikut sejumlah fakta yang mengiringi gelar tersebut.
An Se Young menjadi pemain tunggal putri pertama dalam sejarah Asian Games yang mampu mempertahankan gelar. Sebelumnya belum ada tunggal putri yang bisa meraih emas dalam dua edisi beruntun. Catatan ini menempatkannya di barisan terdepan sejarah bulu tangkis Asia.
Emas di Jepang ini melengkapi koleksi An Se Young setelah sebelumnya juara di Asian Games 2022 Hangzhou. Empat tahun berselang, ia kembali menembus final dan mengalahkan Yamaguchi untuk mempertahankan status juara tunggal putri. Yamaguchi sendiri saat itu berstatus peringkat ketiga dunia.
Gelar tersebut membuat An Se Young mencatat 46 kemenangan di turnamen internasional. Jumlah itu menyamai capaian legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, dalam catatan kemenangan turnamen internasional terbanyak. Nama An Se Young kini sejajar dengan salah satu ikon tunggal putri Tanah Air.
Sepanjang musim 2026, An Se Young menang 56 kali dan hanya sekali kalah. Catatan tersebut membuat persentase kemenangannya mencapai 98,2 persen. Angka itu menunjukkan dominasi yang nyaris tanpa celah di turnamen internasional sepanjang tahun.
Pada 2026, An Se Young lebih dulu menyegel gelar Kejuaraan Dunia sebelum menutup rangkaian Asian Games dengan medali emas. Ia menjadi juara dunia sekaligus juara Asian Games dalam satu tahun yang sama. Rangkaian Asian Games pun ia tutup dengan catatan sempurna.
Dua emas beruntun, rekor 46 kemenangan, dan persentase kemenangan 98,2 persen membuat 2026 jadi musim paling lengkap bagi An Se Young. Yamaguchi dan tunggal putri lain masih harus mencari cara menghentikan dominasi tersebut.