Kebakaran Hanguskan SMP SATAP Matayangan Bolmong, 5 Ruangan Belajar Tak Bisa Dipakai dan Siswa Numpang di SD

Penulis: Vikri Alfandi  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:16:30 WIB
Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

BOLMONG — Api yang menghanguskan SMP Negeri SATAP Matayangan bermula dari rumah milik keluarga Nurhayati Buato di sekitar bangunan sekolah. Warga sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang. Cuaca panas membuat api cepat membesar dan merembet ke gedung sekolah.

Satu unit rumah dan lima ruangan SMP Negeri SATAP Matayangan hangus terbakar. Sejumlah aset serta sarana dan prasarana sekolah ikut dilalap api. Warga di lokasi berupaya menahan rambatan api, tetapi tidak mampu menghentikannya.

Armada Damkar Tiba Setelah Bangunan Terlanjur Terbakar

Armada pemadam kebakaran baru tiba di lokasi saat api sudah membesar. Bangunan rumah maupun sekolah terlanjur dilalap kobaran api sebelum petugas bisa melakukan pemadaman. Warga menilai waktu tempuh armada menjadi persoalan utama di wilayah Dumoga Barat.

Kejadian serupa belum lama ini juga menimpa satu rumah di Desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga Barat. Saat armada pemadam kebakaran tiba, kondisi rumah disebut sudah ludes terbakar.

Rangkaian kejadian itu mendorong warga mempertanyakan kesiapan dan kecepatan respons armada Damkar. Warga berharap pemerintah daerah mengevaluasi ketersediaan armada, lokasi penempatan kendaraan, serta waktu tempuh menuju lokasi kebakaran.

"Kalau armada lebih dekat, mungkin api masih bisa ditangani sebelum merembet ke bangunan lain. Jangan sampai petugas tiba ketika bangunan sudah habis terbakar," ujar seorang warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Siswa SMP Numpang Belajar di Ruang SD Negeri Matayangan

Kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material. Lima ruangan SMP Negeri SATAP Matayangan yang tidak lagi bisa digunakan membuat para siswa kehilangan fasilitas belajar.

Dinas Pendidikan Bolmong mengambil langkah darurat dengan memanfaatkan ruang belajar SD Negeri Matayangan. Kegiatan belajar mengajar siswa SMP untuk sementara dialihkan ke gedung SD tersebut.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan bangunan sekolah. Evaluasi sistem penanganan kebakaran di Dumoga Barat dinilai sama pentingnya agar kejadian serupa tidak berujung pada kerugian yang lebih besar.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: detotabuan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top