SULAWESI UTARA — John Herdman menyebut kekuatan mental dan ikatan emosional pemain menjadi pemicu utama gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih asal Inggris itu menilai taktik bukan faktor penentu di laga final, melainkan semangat dan kemauan skuad Garuda.
Herdman menyampaikan hal itu dalam jumpa pers usai Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyoroti proses adaptasi pemain dengan kondisi di Indonesia yang membuat mereka semakin kuat sebagai satu kesatuan, terutama secara mental.
Herdman menegaskan kepercayaan yang diberikan PSSI kepadanya akan diemban dengan sepenuh hati dan jiwa. Ia terus meningkatkan diri agar permainan Indonesia juga ikut membaik.
"Saya selalu mengatakan, Pak Erick Thohir telah memberikan kepercayaan kepada saya, staf, tim di balik tim, Elkan Baggott, serta pemain yang bekerja keras untuk negara ini," ujar Herdman.
Menurutnya, para pemain beradaptasi dengan kondisi di Indonesia. Mereka semakin kuat sebagai sebuah kesatuan, terutama secara mental.
Soal laga final, Herdman menilai sisi taktik bukan faktor penentu utama. Yang tidak kalah penting adalah mentalitas pemain saat strategi yang dibangun tidak berjalan sesuai keinginan.
"Saya pikir orang-orang tidak memahami betapa pentingnya semangat tim dan persaudaraan yang kami bangun. Taktik memang penting, tetapi dalam laga final, taktik bisa saja tidak berjalan sesuai rencana," kata Herdman.
"Ini tentang semangat. Ini tentang kemauan. Ini tentang memiliki tujuan yang lebih dalam dan ikatan emosional dengan saudara-saudara kalian. Itulah yang sedang kami bangun di sini," tambahnya.
Herdman mengisahkan pengalaman serupa saat menangani Kanada yang mengalahkan Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam 36 tahun. Hal yang ia bangun kala itu adalah rasa persaudaraan.
Pendekatan itu ia bawa ke Timnas Indonesia. Baginya, semangat tim dan persaudaraan menjadi fondasi yang membuat pemain bertahan saat tekanan pertandingan memuncak.
Untuk Piala Asia 2027, Herdman akan memantau perkembangan pemain Indonesia. Tidak hanya yang berkiprah di luar negeri, tetapi juga yang berlaga di kompetisi domestik.
"Kami memiliki Mees Hilgers, Miliano Jonathans, Marselino. Ada pemain lain yang saat ini kami pantau dan ingin kami bawa menjadi bagian dari tim ini," Herdman membeberkan.
"Seperti biasa, saya terus memantau. Saya tinggal di Indonesia dan menyaksikan setiap pertandingan, termasuk kompetisi lokal. Saya memantau kompetisi lokal untuk melihat pemain yang berkembang," pungkasnya.