Dekranasda Sulut Dorong UMKM Naik Kelas, Hilirisasi Kelapa Jadi Kunci Tembus Pasar Internasional

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:52:01 WIB
Ketua Dekranasda Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus membuka Choir Competition dan Pameran Olahan Kelapa dalam rangka World Coconut Day di Manado.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Utara mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dorongan itu disampaikan Ketua Dekranasda Sulut Anik Yulius Selvanus saat membuka Choir Competition serta Pameran Olahan Kelapa dalam rangka World Coconut Day di Manado. Fokus pembinaan mencakup perbaikan desain, kemasan, branding, standardisasi, hingga digitalisasi dan perluasan akses pasar.

MANADO — Ketua Dekranasda Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus menegaskan bahwa produk kerajinan dan industri kreatif berbasis potensi lokal harus memiliki kualitas yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga menembus pasar nasional dan internasional. Pernyataan itu disampaikannya di hadapan pelaku UMKM, kelompok tani, perajin, koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif yang mengikuti pameran olahan kelapa.

Dekranasda Sulut mengambil peran penting untuk terus membina produk kerajinan dan industri kreatif berbasis potensi lokal. Pembinaan itu diarahkan pada peningkatan kualitas produk, perbaikan desain dan kemasan, branding, standardisasi, hingga digitalisasi dan perluasan akses pasar.

Kelapa Sulut Dituntut Naik Kelas Lewat Hilirisasi

Anik menyoroti bahwa kelapa yang sebelumnya hanya dijual sebagai komoditas bahan mentah kini berhasil diubah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Perubahan itu disebutnya sebagai hasil kreativitas pelaku usaha di daerah tersebut.

"Inilah yang menjadi tantangan kita ke depan, yakni memastikan kelapa Sulawesi Utara harus naik kelas," ujarnya.

Melalui ajang Coconut Expo, inovasi produk pangan dan non-pangan bernilai tinggi bisa dilihat langsung. Produk-produk itu mencakup minyak kelapa murni (VCO), santan, gula kelapa, aneka camilan, kosmetik, hingga produk kerajinan estetis berbahan sabut dan tempurung kelapa.

"Kita tidak boleh lagi hanya menjual buah mentah atau kopra, melainkan harus fokus pada hilirisasi dari hulu ke hilir," demikian Anik.

Apresiasi untuk Pelaku Ekonomi Kreatif dan Kelompok Tani

Anik memberikan apresiasi kepada seluruh peserta pameran, mulai dari pelaku UMKM, kelompok tani, perajin, koperasi, hingga pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, mereka adalah bagian penting dari ekosistem kelapa di Sulawesi Utara.

"Anda semua adalah bagian penting dari ekosistem kelapa di daerah ini," ujarnya.

Dorongan peningkatan kualitas produk UMKM ini menjadi salah satu fokus Dekranasda Sulut dalam membina industri kreatif berbasis potensi lokal. Upaya tersebut diharapkan memperluas akses pasar bagi produk-produk olahan kelapa dan kerajinan dari daerah itu.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top