Pencarian

Kaspersky Ungkap Serangan Trojan-Banker Android Naik 56 Persen di 2025

Senin, 05 Oktober 2026 • 17:46:01 WIB
Kaspersky Ungkap Serangan Trojan-Banker Android Naik 56 Persen di 2025
Kaspersky mencatat serangan Trojan-Banker Android naik 56 persen sepanjang 2025.

SULAWESI UTARA — Kaspersky mencatat serangan Trojan-Banker terhadap smartphone Android melonjak 56 persen sepanjang 2025 dibanding tahun sebelumnya, sementara paket instalasi malware jenis ini naik 271 persen. Temuan itu dirilis di tengah tingginya adopsi seluler Indonesia yang mencapai 356 juta koneksi aktif dan 212 juta pengguna internet pada awal 2025 versi DataReportal. Peningkatan ini menegaskan keamanan aplikasi seluler bukan lagi urusan teknis belaka, melainkan risiko bisnis yang nyata.

Kaspersky memaparkan sejumlah temuan yang menunjukkan lanskap ancaman terhadap perangkat seluler kian agresif. Serangan yang menyasar pengguna smartphone Android secara global tercatat naik 29 persen pada paruh pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan paling tajam terjadi pada kategori Trojan-Banker yang tumbuh 56 persen sepanjang tahun.

Mengapa Ancaman Seluler Kian Kompleks

Pelaku kejahatan siber tidak lagi bergantung pada satu metode. Mereka memadukan teknologi baru dengan teknik rekayasa sosial untuk memperoleh akses ke informasi korban. Malware kini bisa mengambil kredensial, mencegat kode OTP, memantau layar, hingga menampilkan halaman login palsu lewat teknik overlay.

Spyware generasi baru melangkah lebih jauh. Program ini dapat mengakses notifikasi, pesan teks, PIN, pola kunci layar, sampai kode autentikasi, lalu membagikan aktivitas perangkat secara langsung kepada pelaku. Jaringan Wi-Fi publik juga menjadi celah karena komunikasi antara aplikasi dan server berpotensi disadap pihak lain di jaringan yang sama.

Ancaman lain datang dari Remote Access Tools (RAT) yang memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Aplikasi yang sebenarnya aman pun bisa disalahgunakan jika perangkat telah terinfeksi. Pengembang juga perlu mengawasi keamanan browser engine, terutama pada aplikasi dengan komponen web tertanam, karena kerentanan baru bisa muncul kapan saja.

Phishing Berbasis AI dan Celah Browser Engine

Perkembangan kecerdasan buatan membuka front baru. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membuat situs atau pesan penipuan yang jauh lebih meyakinkan, dengan target utama mencuri kredensial pengguna. Tautan berbahaya disebarkan lewat email, aplikasi pesan, hingga SMS.

Dampaknya bukan hanya kerugian finansial. Kepercayaan pengguna terhadap layanan digital bisa terkikis, dan itu berimbas langsung pada reputasi merek serta bisnis perusahaan.

Pandangan Kaspersky soal Keamanan sebagai Fondasi

Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menilai aplikasi seluler kini menjadi salah satu titik interaksi utama antara perusahaan dan konsumen di kawasan Asia Pasifik.

"Keamanan perlu ditempatkan sebagai bagian mendasar dari pengalaman pengguna karena aplikasi semakin sering dipercaya untuk menangani informasi pribadi dan keuangan," ujarnya. Penerapan keamanan sejak awal, menurutnya, membantu organisasi mengurangi risiko penipuan sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan dan reputasi merek.

Perlindungan Berlapis lewat KMS SDK

Kaspersky merespons ancaman tersebut dengan mengandalkan kecerdasan buatan dan machine learning pada teknologi pertahanannya. Pendekatan ini dipakai agar sistem keamanan mampu mengenali pola ancaman yang terus berubah sekaligus menghadapi serangan baru melalui Kaspersky Mobile Security SDK (KMS SDK).

KMS SDK menggabungkan metode heuristik dan machine learning untuk menemukan serta memblokir malware mobile maupun ancaman yang lebih kompleks. Teknologi ini terhubung dengan Kaspersky Security Network (KSN), infrastruktur terdistribusi yang mengolah data keamanan siber dari jutaan peserta sukarela di berbagai negara untuk menghasilkan intelijen keamanan.

Perlindungannya mencakup beberapa aspek ekosistem aplikasi mobile. Sistem dapat memeriksa kondisi perangkat dengan mengenali pengaturan berisiko, perangkat yang telah di-root, serta aplikasi mencurigakan. Perlindungan anti-malware tersedia melalui pemindaian sesuai permintaan dan pemantauan real-time. Pada sisi koneksi, KMS SDK menyediakan mekanisme untuk mengamankan komunikasi data pengguna.

Bagi pelaku bisnis digital dan pengembang aplikasi di Indonesia, temuan Kaspersky ini menjadi pengingat bahwa investasi keamanan tidak bisa ditunda. Dengan basis pengguna seluler yang besar, risiko kebocoran data dan penipuan finansial akan terus meningkat seiring makin canggihnya teknik serangan.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks