Pencarian

BNPB Uji Modifikasi Cuaca Dry Ice Atasi Asap Karhutla Sumsel

Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:47:01 WIB
BNPB Uji Modifikasi Cuaca Dry Ice Atasi Asap Karhutla Sumsel
Pesawat BNPB menyemai 800 kilogram dry ice pada ketinggian sekitar 4.500 kaki untuk mengurangi asap karhutla di Sumatra Selatan.

SULAWESI UTARA — BNPB menerbangkan dua unit pesawat dan menyemai 800 kilogram dry ice di ketinggian sekitar 4.500 kaki untuk mengurangi asap karhutla di Sumatra Selatan. Operasi modifikasi cuaca ini difokuskan di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada Kamis (15/10) dan berlanjut hingga Minggu (18/10). Visibilitas di area penyemaian dilaporkan naik dari 650 meter menjadi 2.800 meter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilih dry ice sebagai material penyemaian dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) karena dinilai lebih cocok dengan kondisi atmosfer saat ini. Material berbentuk butiran berukuran sekitar tiga milimeter itu memiliki titik dingin mencapai -75 derajat Celsius, jauh berbeda dari Natrium Klorida (NaCl) yang biasa dipakai dalam OMC.

Mengapa Dry Ice Dipilih Ketimbang NaCl

Metode penyemaian dry ice ditujukan untuk melabilkan suhu udara di atmosfer agar konsentrasi asap karhutla yang terperangkap bisa berkurang. Asap sulit bergerak naik akibat lapisan inversi yang menahan suhu udara tetap stabil di ketinggian tertentu.

Lapisan inversi adalah kondisi atmosfer ketika suhu udara justru meningkat seiring bertambahnya ketinggian, berkebalikan dari kondisi normal yang semakin dingin. Pada kondisi normal, perputaran udara mengalir lancar karena suhu menurun di lapisan atas.

Perbedaan utama terletak pada ketergantungan awan. OMC dengan material NaCl bergantung pada ketersediaan awan hujan, sementara dry ice tidak. Karena itu BNPB menilai metode ini lebih cocok untuk kondisi karhutla yang sedang berlangsung.

Hasil Penyemaian Awal di Sumatra Selatan

BNPB menerbangkan dua unit pesawat dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung untuk pelaksanaan awal. Penyemaian difokuskan di wilayah sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II guna meningkatkan visibilitas dan melancarkan mobilitas penerbangan di Sumatra Selatan.

"Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau dikisaran 650 meter menjadi 2.800 meter," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Jadwal Uji Coba dan Rencana Lanjutan

Uji coba OMC dry ice dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (18/10). Setelah periode itu, BNPB akan melakukan evaluasi dan komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk menentukan apakah metode ini dikembangkan atau diterapkan di wilayah terdampak karhutla lainnya.

Keputusan melanjutkan atau memperluas metode ini bergantung pada hasil evaluasi tersebut. Jika terbukti efektif menurunkan konsentrasi asap di wilayah lain, dry ice berpotensi menjadi opsi standar penanganan karhutla selain NaCl yang bergantung pada awan hujan.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks