SULAWESI UTARA — Film "La Perra" garapan sutradara Chile Dominga Sotomayor resmi terjual ke sejumlah negara usai tayang perdana di Directors' Fortnight Cannes. Lucky Number selaku penjual internasional yang berbasis di Paris mengumumkan distribusi ke Prancis, Austria, Yunani, Portugal, Polandia, Inggris, hingga Amerika Latin. Penjualan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran poster dan trailer internasional film tersebut.
Deretan pembeli hak edar "La Perra" mencakup Nour Films untuk Prancis, Stadtkino (Austria), Neo Films (Yunani), A-One Baltics (negara-negara Baltik), Beta (Bulgaria), Nitrato (Portugal), Best Film (Polandia), Day For Night (Inggris), serta MCF Megacom untuk kawasan bekas Yugoslavia. Untuk Amerika Latin, Babilla Cine mengambil hak edar Kolombia, sementara Mirada menangani Meksiko dan Argentina. Distribusi ini menandai penetrasi "La Perra" ke pasar Eropa dan Amerika Latin sekaligus.
Sinopsis La Perra
Berlatar di sebuah pulau terpencil di lepas pantai Chile, "La Perra" dibintangi Manuela Oyarzún sebagai Silvia, perempuan yang mencari nafkah dengan memanen rumput laut dan menjalani hidup terisolasi bersama pasangannya. Kehidupannya berubah setelah ia merawat anak anjing liar bernama Yuri.
Kehadiran Yuri membangkitkan hasrat lama Silvia untuk menjadi ibu. Ketika anjing itu tiba-tiba menghilang, Silvia dipaksa berhadapan dengan trauma masa kecil yang terus menghantuinya. Selain Oyarzún, film ini juga dibintangi David Gaete, Selton Mello, Paula Luchsinger, dan Paula Dinamarca.
Perjalanan Festival Usai Cannes
Selepas tayang perdana di Cannes, "La Perra" menjalani rangkaian festival yang padat. Film ini terpilih tampil di Karlovy Vary, Melbourne, San Sebastian, Busan, BFI London Film Festival, dan Viennale. Film ini juga meraih Palm Dog Award di Cannes.
Lucky Number turut merilis poster dan trailer internasional "La Perra" menjelang tayang perdananya di Brasil dalam ajang Mostra de São Paulo. Langkah ini memperluas jangkauan film sebelum masuk ke bioskop berbagai negara pembeli hak edar.
Posisi Sotomayor dan RT Features
"La Perra" menjadi film panjang terbaru Sotomayor setelah "Thursday Till Sunday" yang memenangi Hivos Tiger Award di Rotterdam 2012, "Mar" yang tayang perdana di Berlinale Forum 2015, dan "Too Late to Die Young" yang membuatnya menjadi perempuan pertama peraih Leopard for Best Direction di Locarno 2018.
Film ini diproduksi RT Features, perusahaan yang dipimpin Rodrigo Teixeira dan dikenal lewat "I'm Still Here" garapan Walter Salles yang memenangi Oscar. RT Features juga terlibat dalam "Call Me by Your Name," "Ad Astra," "The Lighthouse," "Bergman Island," dan "Frances Ha." Produksi "La Perra" dikerjakan bersama rumah produksi Chile, Planta, yang kreditnya mencakup "Simon of the Mountain" karya Federico Luis, pemenang Cannes Critics' Week.
Lucky Number saat ini juga menangani Laïla Marrakchi "Strawberries" di Un Certain Regard dan "Che Guevara: The Last Companions" garapan Christophe Dimitri Reveille. Penjualan "La Perra" ke belasan wilayah menegaskan posisi sinema Chile sebagai salah satu kekuatan yang terus dilirik distributor internasional.