Pencarian

10 Drama Korea soal Persaingan Kerja, dari Misaeng hingga Start-Up

Selasa, 06 Oktober 2026 • 17:47:31 WIB
10 Drama Korea soal Persaingan Kerja, dari Misaeng hingga Start-Up
Drama Korea bertema persaingan kerja menampilkan rivalitas antar rekan kantor melalui penilaian atasan dan perebutan promosi.

SULAWESI UTARA — Sepuluh drama Korea bertema persaingan dunia kerja menawarkan gambaran berbeda soal rivalitas antar rekan sekantor, mulai dari perusahaan dagang hingga startup teknologi. Sejumlah judul seperti Misaeng: Incomplete Life dan The Queen of Office menempatkan pekerja kontrak, karyawan tetap, dan para magang dalam situasi yang saling menguji ambisi. Konfliknya jarang berupa pertengkaran terbuka, tetapi hadir lewat penilaian atasan, pembagian proyek, dan perebutan kesempatan promosi.

Bekerja bersama teman sekantor memang bisa membuat suasana terasa lebih ringan. Namun, ketika kesempatan promosi, proyek besar, jabatan, atau pengakuan atasan mulai diperebutkan, hubungan yang awalnya akrab tidak selalu bertahan mulus. Rekan yang dulu saling mendukung bisa berubah menjadi rival yang sama-sama ingin jadi yang terbaik.

Kondisi itu jadi konflik menarik dalam sejumlah drama Korea. Bukan hanya menyajikan kisah cinta, beberapa judul memperlihatkan kerasnya persaingan di perusahaan teknologi, biro iklan, hingga perusahaan dagang. Ada karakter yang harus berjuang dari bawah, ada pula yang bermodal ambisi besar atau dukungan kuat untuk memenangkan persaingan.

1. Misaeng: Incomplete Life

Drama 2014 ini punya 20 episode dengan deretan pemain Im Si-wan, Lee Sung-min, Kang So-ra, Kang Ha-neul, Byun Yo-han, dan Kim Dae-myung. Genre-nya drama bertema workplace.

Misaeng mengikuti Jang Geu-rae, mantan pemain baduk yang gagal menjadi profesional dan akhirnya masuk dunia kerja sebagai pekerja magang di perusahaan perdagangan One International. Di sana ia bertemu rekan-rekan dengan kemampuan, latar belakang, dan ambisi berbeda. Persaingan tidak selalu muncul dalam bentuk pertengkaran terbuka, tetapi terasa lewat penilaian atasan, pembagian tugas, kesempatan mendapat proyek, hingga perjuangan membuktikan kemampuan.

Geu-rae pernah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk baduk. Kemampuannya cukup menjanjikan, tetapi keadaan membuat impiannya sebagai pemain profesional tidak terwujud. Setelah kehilangan arah, ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya tak punya latar pendidikan dan pengalaman kerja yang mudah membawanya masuk perusahaan besar.

Kesempatan datang ketika ia mendapat posisi magang di One International. Hari-hari pertamanya tidak mudah. Ia harus beradaptasi dengan aturan tak tertulis, hubungan senior-junior, target pekerjaan, serta rekan-rekan yang juga ingin menunjukkan kemampuan. Di antara para pekerja baru ada Ahn Young-yi, Jang Baek-gi, dan Han Seok-yool. Mereka sama-sama ingin membuktikan diri, tetapi tiap orang menghadapi persoalan berbeda. Geu-rae harus berjuang lebih keras karena dianggap tak sebanding dengan rekan-rekannya.

Persaingan di kantor berkembang jadi persoalan kompleks. Kesempatan yang diperoleh seseorang bisa berarti kesempatan orang lain berkurang. Kesalahan kecil dapat memengaruhi penilaian atasan, sedangkan sebuah keberhasilan menentukan masa depan seseorang di perusahaan. Lewat hubungan Geu-rae dengan rekan dan atasannya, drama ini menunjukkan bahwa dunia kerja bukan cuma soal siapa paling pintar. Kemampuan bekerja sama, membaca situasi, mempertahankan prinsip, dan menghadapi tekanan juga menentukan apakah seseorang mampu bertahan.

2. The Queen of Office

Drama 2013 ini terdiri dari 16 episode dan dibintangi Kim Hye-soo, Oh Ji-ho, Jung Yu-mi, Lee Hee-joon, Jeon Hye-bin, serta Jo Kwon. Genre-nya drama komedi bertema workplace dan romance.

The Queen of Office, yang juga dikenal sebagai God of the Workplace, menghadirkan persaingan antara pegawai kontrak yang sangat kompeten dan karyawan tetap berposisi lebih tinggi. Miss Kim adalah pekerja kontrak yang terkenal terampil dan punya prinsip kerja kuat. Ia kemudian berhadapan dengan Jang Gyu-jik, pegawai berlatar pendidikan luar negeri yang juga berambisi besar di perusahaan.

Miss Kim bukan karyawan biasa. Ia bekerja berdasarkan kontrak dan punya aturan sendiri soal bagaimana pekerjaan harus dilakukan. Ia tidak tertarik mengejar jabatan permanen jika hal itu mengharuskannya kehilangan kendali atas hidupnya. Masalah muncul ketika ia bekerja di perusahaan yang juga menjadi tempat Gyu-jik menjalankan tugas. Gyu-jik punya karakter berbeda. Ia percaya karier membutuhkan ambisi, posisi, dan kemampuan menunjukkan diri di hadapan atasan.

Pertemuan keduanya menciptakan benturan menarik. Miss Kim punya kemampuan praktis yang membuat banyak orang di kantor bergantung kepadanya, sementara Gyu-jik punya status dan latar belakang yang membuatnya percaya diri. Persaingan mereka bukan sekadar soal siapa yang lebih hebat, tetapi juga soal cara memandang pekerjaan itu sendiri.

3. Start-Up

Judul ini menjadi salah satu drama Korea paling sering dibicarakan soal persaingan di dunia startup. Start-Up menempatkan para karakter muda dalam kompetisi membangun bisnis, lengkap dengan tekanan investor, mentor, dan reputasi.

Persaingan antar rekan tidak selalu soal siapa paling cepat mendapat pendanaan, tetapi juga soal kepercayaan, idealisme, dan cara bertahan ketika gagal. Konflik personal dan profesional saling bertumpuk, membuat hubungan yang awalnya hangat bisa berubah menjadi rivalitas yang rumit.

4. Search: WWW

Drama ini menyoroti persaingan di industri portal web, tempat dua perusahaan teknologi bersaing memperebutkan pengguna dan pengaruh. Para karakter perempuan di dalamnya digambarkan sebagai profesional ambisius yang tak segan berhadapan langsung demi kepentingan perusahaan masing-masing.

Persaingan yang ditampilkan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal etika, loyalitas, dan harga diri. Rekan kerja yang dulu satu tim bisa berubah menjadi lawan ketika kepentingan perusahaan dan karier pribadi mulai bertabrakan.

5. Itaewon Class

Drama ini mengangkat kisah Park Sae-ro-yi yang membangun bisnis dari nol setelah dikeluarkan dari sekolah akibat konflik dengan keluarga konglomerat. Persaingan di dunia kuliner dan bisnis menjadi latar utama, dengan mantan teman dan rival yang saling berhadapan.

Konfliknya bukan cuma soal siapa yang menang secara bisnis, tetapi juga soal prinsip, balas dendam, dan harga diri yang dipertaruhkan. Hubungan antar karakter berkembang dari permusuhan menjadi persaingan yang penuh strategi.

6. Fight for My Way

Drama ini mengikuti empat sahabat yang bekerja di bidang berbeda dan berjuang mengejar impian masing-masing. Persaingan muncul ketika kesempatan karier mulai terbuka, sementara hubungan pertemanan mereka harus diuji.

Konfliknya lebih ringan dibanding judul lain, tetapi tetap memperlihatkan bahwa ambisi pribadi bisa menggeser dinamika pertemanan. Ada kalanya dukungan berubah menjadi kecemburuan, dan itu jadi bagian menarik dari ceritanya.

7. Radiant Office

Drama ini menceritakan tiga pekerja yang berjuang mendapatkan pekerjaan tetap di sebuah perusahaan. Persaingan antar pegawai kontrak dan karyawan tetap menjadi inti cerita, lengkap dengan tekanan target dan penilaian atasan.

Karakter-karakternya digambarkan sebagai orang biasa yang ingin bertahan hidup, bukan pahlawan super. Persaingan yang muncul terasa realistis karena berakar pada kebutuhan ekonomi dan rasa takut kehilangan pekerjaan.

8. Chief Kim

Drama ini menghadirkan persaingan di lingkungan akuntansi perusahaan, tempat karyawan harus menghadapi tekanan manajemen dan tuntutan integritas. Karakter utama yang awalnya hanya ingin mencari keuntungan perlahan terlibat dalam konflik melawan praktik curang perusahaan.

Persaingan di sini bukan hanya soal jabatan, tetapi juga soal moral dan keberanian mengambil sikap. Rekan kerja yang tampak biasa bisa berubah menjadi sekutu atau lawan tergantung keputusan yang diambil.

9. Ms. Temper and Nam Jung-gi

Drama ini menyoroti persaingan di perusahaan yang menjual produk rumah tangga, dengan karakter atasan dan bawahan yang saling menguji batas. Konfliknya dibalut komedi, tetapi tetap memperlihatkan kerasnya tekanan kerja.

Hubungan antar karyawan digambarkan penuh intrik, mulai dari perebutan proyek hingga saling menjatuhkan demi posisi. Meski ringan, ceritanya tetap menyentuh soal ambisi dan harga diri di tempat kerja.

10. Kkondae Intern

Drama ini mengangkat kisah seorang manajer yang harus menerima magang senior yang dulu menjadi atasannya. Situasi terbalik itu menciptakan persaingan dan ketegangan yang penuh humor sekaligus kritik sosial.

Konfliknya menunjukkan bahwa posisi di kantor bisa berubah cepat, dan orang yang dulu berkuasa bisa berada di bawah orang yang pernah direndahkannya. Persaingan pun berjalan dua arah, antara balas dendam dan kesempatan belajar.

Sepuluh judul itu memperlihatkan bahwa persaingan kerja di drama Korea bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi juga soal bagaimana karakter bertahan, berkompromi, dan mempertahankan prinsip di tengah tekanan. Bagi penonton Indonesia yang akrab dengan dinamika kantor, tema seperti ini tetap relevan dan mudah disandingkan dengan pengalaman sehari-hari.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapanlagi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks