BOLAANG MONGONDOW — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow mengubah pola peringatan Hardiknas tahun ini dari seremoni terpusat menjadi kegiatan yang menjangkau siswa hingga ke pelosok desa. Bupati Yusra Alhabsyi didampingi Ketua TP PKK Kalsum Alhabsyi, Sekda Abdullah Mokoginta, serta jajaran dinas pendidikan menyapa langsung para pelajar melalui konferensi video.
Dalam sambungan Zoom tersebut, sekolah-sekolah di pusat kabupaten bukan satu-satunya peserta. Pemerintah daerah memastikan siswa di wilayah terpencil yang selama ini jarang tersentuh kunjungan kepala daerah ikut terlibat. Dari layar proyektor di ruang kelas sederhana, mereka terlihat antusias mengikuti sapaan Bupati meskipun fasilitas internet di lokasi masih terbatas.
Yusra menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini ia gunakan untuk memperkuat komitmen bahwa anak-anak di desa terpencil memiliki hak yang sama dengan siswa di perkotaan untuk mendapatkan pendidikan layak.
"Anak-anak Bolaang Mongondow memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Pemerintah harus hadir hingga ke pelosok agar tidak ada yang merasa tertinggal," ujar Yusra dalam sambutannya.
Menurut dia, akses pendidikan yang merata menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas belajar dan memastikan seluruh anak Bolmong memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan lebih baik.
Suasana hangat terlihat saat Yusra menyapa siswa di salah satu desa terpencil. Meski hanya melalui layar, para pelajar tampak bersemangat mengikuti jalannya acara. Beberapa guru di lokasi mengaku interaksi semacam ini jarang terjadi dan menjadi pengalaman berharga bagi siswa.
Keterbatasan infrastruktur internet di sejumlah titik memang masih menjadi kendala. Namun, semangat belajar siswa di pelosok tetap terlihat kuat. Pemerintah daerah berjanji akan terus memperbaiki konektivitas digital di wilayah-wilayah tersebut agar kegiatan serupa bisa lebih optimal ke depannya.
Peringatan Hardiknas di Bolmong tahun ini menjadi contoh bagaimana teknologi bisa menjembatani kesenjangan geografis antara pusat pemerintahan dan daerah terpencil. Bupati Yusra memastikan pola inklusif ini akan terus diterapkan pada agenda-agenda pendidikan selanjutnya.