Investasi Sulut Triwulan I 2026 Anjlok, Pemprov Diminta Kurangi Kegiatan Tak Prioritas dan Genjot Cari Investor Baru

Penulis: Wisnu Wardana  •  Senin, 25 Mei 2026 | 13:26:02 WIB
Penurunan investasi triwulan I 2026 menjadi perhatian serius Pemprov Sulut.

MANADO — Penurunan investasi di Sulut pada awal tahun ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Kondisi ini memicu desakan agar Pemprov Sulut segera mengubah strategi, dari yang selama ini dinilai terlalu banyak menggelar kegiatan seremonial menjadi lebih agresif menjaring modal.

Data terbaru menunjukkan angka investasi triwulan I 2026 jauh di bawah capaian triwulan I 2025. Meski nominal pastinya belum dirilis secara resmi, sumber di lingkungan Pemprov mengonfirmasi tren penurunan ini sudah terlihat sejak kuartal keempat tahun lalu.

Kegiatan Tidak Penting Dikurangi, Fokus Cari Investor

Langkah konkret yang disuarakan adalah pemangkasan anggaran untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung pada iklim investasi. Rapat-rapat koordinasi yang berulang dan acara seremonial dinilai menyedot waktu dan biaya yang seharusnya bisa dialokasikan untuk promosi dan pendekatan langsung ke calon investor.

“Pemerintah harus lebih banyak turun ke lapangan, bukan malah sibuk dengan kegiatan internal yang tidak produktif. Investor butuh kepastian dan pelayanan cepat, bukan undangan seminar,” ujar seorang pengamat ekonomi daerah yang enggan disebut namanya.

Sulut Butuh Strategi Baru di Tengah Persaingan Ketat

Selama beberapa tahun terakhir, Sulawesi Utara gencar mempromosikan diri sebagai gerbang Pasifik Indonesia. Pengembangan kawasan ekonomi khusus dan pelabuhan internasional menjadi andalan untuk menarik investasi asing, terutama dari kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Namun, tanpa dukungan birokrasi yang efisien dan fokus yang jelas, citra tersebut bisa luntur. Investor membutuhkan lebih dari sekadar janji; mereka butuh percepatan perizinan, infrastruktur yang siap, dan stabilitas kebijakan.

Pemprov Diminta Evaluasi Realisasi Anggaran

Desakan juga datang dari kalangan DPRD Sulut. Mereka meminta agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap realisasi anggaran triwulan I, khususnya pos-pos belanja yang tidak berkaitan langsung dengan program prioritas ekonomi.

“Kami mendorong agar setiap rupiah APBD digunakan untuk hal yang produktif. Jika ada kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah bagi investasi dan kesejahteraan rakyat, lebih baik dihapus,” tegas seorang anggota komisi ekonomi DPRD Sulut.

Penurunan investasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Gubernur dan jajarannya. Dalam waktu dekat, Pemprov dijadwalkan menggelar rapat koordinasi khusus untuk merumuskan langkah-langkah pemulihan investasi hingga akhir tahun.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top