MANADO — Penunjukan YSK sebagai Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara mendapat sambutan positif dari kalangan aktivis muda. Forum Aktivis Muda (FAM) menilai langkah ini strategis untuk memperkuat konsolidasi partai di daerah sekaligus mengawal visi besar pemerintahan Prabowo Subianto.
“Kami mengapresiasi penunjukan YSK. Ini momentum penting untuk memastikan program Asta Cita Presiden Prabowo benar-benar sampai ke masyarakat Sulut,” ujar Koordinator FAM dalam pernyataan yang diterima redaksi.
Asta Cita merupakan delapan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Fokusnya mencakup ketahanan pangan, energi, hilirisasi sumber daya alam, hingga kesejahteraan masyarakat.
Menurut FAM, YSK dinilai memiliki jejaring dan pemahaman yang kuat terhadap potensi daerah. Hal ini dianggap penting agar program-program pusat bisa diadaptasi secara tepat di Sulawesi Utara.
Dalam pernyataan yang sama, FAM menyebut bahwa kepemimpinan YSK diharapkan mampu mewujudkan visi “Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”. Visi ini sejalan dengan semangat Asta Cita yang menekankan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Kami yakin YSK bisa menjembatani kepentingan daerah dengan kebijakan nasional. Sulut punya potensi besar di sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata yang harus digarap serius,” tambah Koordinator FAM.
YSK bukan nama baru di panggung politik Sulawesi Utara. Ia dikenal sebagai figur yang aktif turun ke bawah dan kerap berdialog langsung dengan masyarakat. Gaya kepemimpinan ini dinilai efektif untuk memetakan kebutuhan riil warga di berbagai kabupaten dan kota.
FAM berharap, dengan kepemimpinan YSK, Gerindra Sulut bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada elektoral, tetapi juga pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat.
FAM mendorong YSK untuk segera merumuskan program kerja yang konkret, terutama yang menyentuh sektor-sektor prioritas seperti pertanian, perikanan, dan UMKM. Mereka juga meminta agar kader partai di tingkat ranting ikut dilibatkan dalam proses perencanaan.
“Kami siap menjadi mitra kritis. Yang penting, janji-janji pembangunan harus terukur dan bisa dirasakan langsung oleh warga,” pungkas Koordinator FAM.