Gempa M 4,7 Guncang Minahasa Utara, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:33:33 WIB
Warga Minahasa Utara berhamburan keluar rumah usai gempa Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah tersebut.

MINAHASA UTARA — Guncangan gempa bumi dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Sabtu (30/5/2026). Berdasarkan informasi BMKG, gempa berkekuatan Magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 10.14 WITA. Episenter gempa berlokasi di laut, sekitar 27 kilometer arah barat laut Minahasa Utara, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan terasa selama beberapa detik. Warga di Kecamatan Likupang Barat dan Airmadidi mengaku panik dan langsung berlari keluar rumah. “Saya kira mau roboh, soalnya gempa lumayan keras,” ujar seorang warga Likupang kepada Tribun Manado.

Siapa Saja yang Merasakan Guncangan?

BMKG melaporkan guncangan gempa dirasakan dalam skala intensitas II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity) di beberapa titik. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas, namun belum sampai menyebabkan kerusakan bangunan.

Wilayah yang merasakan dampak getaran meliputi sebagian besar Minahasa Utara, termasuk Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan berarti yang diterima pihak BPBD setempat hingga berita ini diturunkan.

Apa Penyebab Gempa Minahasa Utara Hari Ini?

BMKG menyebut gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Mekanisme pergerakannya adalah sesar naik (thrust fault) yang lazim terjadi di zona pertemuan lempeng di utara Sulawesi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik,” tulis BMKG dalam rilis resmi. Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer membuat getarannya terasa cukup kuat di permukaan meski magnitudonya sedang.

Apakah Ada Gempa Susulan?

Hingga pukul 11.00 WITA, BMKG mencatat belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan,” demikian imbauan BMKG dalam keterangan resminya.

Bagaimana Langkah Selanjutnya untuk Warga?

BPBD Sulawesi Utara bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan diimbau segera melapor ke kantor desa atau kelurahan setempat.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat memantau kanal resmi BMKG atau menghubungi call center BPBD Sulut di 112.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: manado.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top