BITUNG — Pusaran mutasi jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mulai mengerucut pada satu kursi strategis: Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bitung. Posisi ini lowong setelah Albert Sarese, pejabat sebelumnya, memasuki masa purna bakti dan kini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur di Inspektorat.
Informasi yang dihimpun dari internal sekretariat dewan, setidaknya ada tiga figur birokrat yang digadang-gadang bakal mengisi posisi tersebut. Masing-masing membawa keunggulan dan pengalaman berbeda, mulai dari penguasaan kultur legislatif hingga kapasitas hukum dan administrasi.
Nama Janeke Paendong, yang akrab disapa Jein, bukanlah wajah baru di Sekretariat DPRD Bitung. Perempuan ini telah menghabiskan puluhan tahun berkarier di lembaga legislatif, membuatnya memahami seluk-beluk tekanan kerja tinggi di lingkungan dewan.
Dari sisi kinerja, Jein dinilai sebagai pilihan paling efektif saat ini. Ia dianggap piawai dalam menjembatani komunikasi yang kerap buntu antara anggota dewan dan eksekutif. "Dengan segudang pengalaman yang paripurna, Jein adalah bagian dari peta jalan untuk mewujudkan harmonisasi antara eksekutif dan legislatif," sebut sumber di lingkungan Pemkot.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hendry Adrian Tangkudung, juga masuk dalam bursa calon Sekwan. Lulusan STPDN ini dinilai sebagai figur birokrat yang memahami betul kinerja pemerintahan.
Keunggulan Rian—sapaan akrabnya—terletak pada jejaring luas dan kecerdasan administratif. Hal itu terlihat saat ia mengikuti pemenuhan indikator penilaian pada Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) beberapa waktu lalu, di mana nilainya mendekati sempurna. Faktor lain yang menguntungkan, Rian pernah bertugas di Sekretariat DPRD Bitung, sehingga ia memahami karakter dan kultur kerja lembaga legislatif.
Nama Meiva Lidia Woran menjadi pertimbangan menarik di tengah sorotan publik terhadap lembaga DPRD Bitung pasca-kasus korupsi beberapa tahun lalu. Ia dinilai sebagai sosok yang bisa menjadi 'alarm' pengingat bagi jalannya administrasi dewan.
Jabatan Sekwan tidak hanya soal memahami politik. Pemahaman hukum menjadi indikator utama karena posisi ini bersinggungan langsung dengan regulasi dan administrasi pemerintahan. Meiva dianggap sebagai warna baru yang bisa menjadi momentum membangun citra lembaga legislatif yang lebih bersih dan patuh aturan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung terkait jadwal mutasi definitif. Ketiga nama tersebut masih sebatas prediksi berdasarkan rekam jejak dan kebutuhan organisasi perangkat daerah.