Harga Cabai Rawit Tembus Rp 115 Ribu per Kilogram di Manado, Disperindag Sulut Intensifkan Pemantauan Pasar

Penulis: Wisnu Wardana  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 18:28:31 WIB
Harga cabai rawit di pasar tradisional Manado naik hingga Rp 115 ribu per kilogram.

MANADO — Harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Manado mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Cabai rawit misalnya, kini dibanderol Rp 115 ribu per kilogram, sementara bawang merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan ini memicu kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

Lonjakan Harga dan Daftar Terbaru di Pasar Manado

Berdasarkan data pemantauan Disperindag Sulut, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Berikut daftar harga bahan pokok terkini di sentra perdagangan Manado:

  • Cabai rawit: Rp 115.000 per kg
  • Cabai keriting: Rp 80.000 per kg
  • Bawang merah: Rp 100.000 per kg
  • Bawang putih: Rp 30.000 per kg (termurah)
  • Tomat: Rp 10.000 per kg
  • Bawang daun: Rp 15.000 per ikat
  • Beras medium: Rp 12.000 – Rp 15.000 per kg
  • Gula pasir: Rp 18.000 per kg
  • Minyak goreng: Rp 20.000 – Rp 22.000 per liter
  • Daging ayam: Rp 40.000 per kg
  • Daging sapi: Rp 113.000 per kg
  • Daging babi: Rp 95.000 per kg
  • Ikan tongkol: Rp 35.000 per kg

Ibu Rumah Tangga Mulai Hitung-Hitung Pengeluaran

Kenaikan harga ini langsung dirasakan warga. Elna R (45), ibu rumah tangga asal Kelurahan Teling, Manado, mengaku harus ekstra hati-hati mengatur belanja dapur. "Harga sudah naik tajam, tapi pendapatan tetap. Kalau begini terus, kami harus pilih-pilih beli lauk, apalagi untuk anak sekolah," ujarnya, Jumat.

Menurut Elna, jika harga terus merangkak naik, masyarakat berpenghasilan rendah terpaksa mengorbankan konsumsi pangan bergizi. "Biaya pendidikan anak juga besar, jadi semua harus diperhitungkan," tambahnya.

Petani Cabai Justru Diuntungkan, Stok Disebut Aman

Di sisi lain, kenaikan harga cabai menjadi berkah bagi petani. Tommy Taasora, petani cabai asal Manado, mengaku senang dengan kondisi ini. "Kami bisa dapat untung lebih untuk ditabung. Lumayan setelah beberapa bulan harga sempat rendah," katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Leyla Karamoy, mengatakan pihaknya tidak mengenal hari libur dalam melakukan pemantauan. "Kami punya tim yang setiap hari turun ke pasar, terutama dua pasar besar yang menjadi titik pencatatan inflasi. Jika ada gejolak, kami siap ambil langkah antisipasi," jelas Leyla.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemprov?

Disperindag Sulut belum merinci langkah intervensi pasar seperti operasi pasar atau sidak distributor. Namun, pemantauan ketat terus dilakukan untuk memastikan kenaikan harga tidak dipicu oleh spekulasi atau penimbunan. Masyarakat diimbau melaporkan jika menemukan harga jual yang tidak wajar di pasaran.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top