MANADO — Harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Manado mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Cabai rawit misalnya, kini dibanderol Rp 115 ribu per kilogram, sementara bawang merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan ini memicu kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.
Berdasarkan data pemantauan Disperindag Sulut, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Berikut daftar harga bahan pokok terkini di sentra perdagangan Manado:
Kenaikan harga ini langsung dirasakan warga. Elna R (45), ibu rumah tangga asal Kelurahan Teling, Manado, mengaku harus ekstra hati-hati mengatur belanja dapur. "Harga sudah naik tajam, tapi pendapatan tetap. Kalau begini terus, kami harus pilih-pilih beli lauk, apalagi untuk anak sekolah," ujarnya, Jumat.
Menurut Elna, jika harga terus merangkak naik, masyarakat berpenghasilan rendah terpaksa mengorbankan konsumsi pangan bergizi. "Biaya pendidikan anak juga besar, jadi semua harus diperhitungkan," tambahnya.
Di sisi lain, kenaikan harga cabai menjadi berkah bagi petani. Tommy Taasora, petani cabai asal Manado, mengaku senang dengan kondisi ini. "Kami bisa dapat untung lebih untuk ditabung. Lumayan setelah beberapa bulan harga sempat rendah," katanya.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Leyla Karamoy, mengatakan pihaknya tidak mengenal hari libur dalam melakukan pemantauan. "Kami punya tim yang setiap hari turun ke pasar, terutama dua pasar besar yang menjadi titik pencatatan inflasi. Jika ada gejolak, kami siap ambil langkah antisipasi," jelas Leyla.
Disperindag Sulut belum merinci langkah intervensi pasar seperti operasi pasar atau sidak distributor. Namun, pemantauan ketat terus dilakukan untuk memastikan kenaikan harga tidak dipicu oleh spekulasi atau penimbunan. Masyarakat diimbau melaporkan jika menemukan harga jual yang tidak wajar di pasaran.