SULAWESI UTARA — Vivo akhirnya buka suara soal jadwal kehadiran ponsel lipat terbarunya. Melalui teaser resmi, perusahaan asal China itu memastikan Vivo X Fold 6 akan segera meluncur. Bukan cuma perangkat kerasnya, teaser tersebut juga mengungkap sistem operasi yang akan menjadi daya tarik utama.
Teaser yang dibagikan Vivo mengonfirmasi bahwa X Fold 6 akan menjadi perangkat pertama yang membawa OriginOS 6 Fold. Antarmuka ini merupakan versi khusus dari sistem operasi kustom Vivo yang dirancang untuk perangkat layar lipat.
OriginOS 6 Fold kemungkinan besar dibangun di atas Android 16. Salah satu fitur andalannya adalah Atomic Workbench. Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses dan menjalankan beberapa aplikasi Android secara bersamaan, memaksimalkan area layar lipat yang lega.
Selain Atomic Workbench, Vivo juga membenamkan sejumlah fitur kecerdasan buatan. Perangkat akan dilengkapi asisten AI yang terintegrasi langsung ke dalam sistem. Belum ada detail spesifik soal kemampuan asisten ini, tapi kemungkinan besar akan bersaing dengan asisten virtual dari merek lain.
Fitur unik lainnya adalah dual-device buddy system. Sistem ini memungkinkan Vivo X Fold 6 untuk terhubung dan bekerja sama dengan perangkat Vivo lain, entah itu tablet, smartwatch, atau ponsel lain. Fungsinya mirip ekosistem yang sudah lazim di produk Apple dan Samsung.
Vivo belum menyebutkan tanggal pasti peluncuran X Fold 6. Yang jelas, teaser resmi sudah turun dan menandakan prosesi perilisan tinggal menghitung hari. Untuk saat ini, semua informasi masih sebatas pasar China.
Belum ada kabar resmi mengenai ketersediaan Vivo X Fold 6 di Indonesia. Biasanya, ponsel lipat Vivo butuh waktu beberapa bulan untuk masuk ke pasar global. Namun, dengan hadirnya OriginOS 6 Fold, ada kemungkinan Vivo ingin memperkenalkan antarmuka barunya ini ke lebih banyak negara.
Dengan OriginOS 6 Fold dan fitur AI yang diusung, Vivo X Fold 6 siap menjadi pesaing serius di segmen ponsel lipat. Fitur Atomic Workbench dan dual-device buddy system menjadi nilai jual yang membedakannya dari kompetitor. Pasar ponsel lipat makin ketat, dan Vivo mencoba menawarkan lebih dari sekadar layar yang bisa dilipat.
Bagi pengguna yang sudah terjebak dalam ekosistem Vivo, kehadiran dual-device buddy system bisa jadi alasan kuat untuk beralih ke X Fold 6. Sementara itu, pengguna baru yang mencari ponsel lipat dengan software paling segar juga patut menunggu kehadirannya.